Suara.com - International Space Station (ISS), stasiun luar angkasa yang selama dua setengah dekade menjadi rumah bagi para astronot dari berbagai negara, akan memasuki masa pensiun.
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa ISS akan dideorbit atau dijatuhkan ke wilayah terpencil Samudra Pasifik yang dikenal sebagai Point Nemo, lokasi yang dijuluki sebagai kuburan satelit paling sunyi di Bumi.
Mengutip laporan dari Live Science (2/11/2025), stasiun luar angkasa berusia 25 tahun ini akan dipensiunkan pada akhir 2030, kemudian diarahkan untuk jatuh terkontrol ke wilayah laut yang tidak berpenghuni sekitar tahun 2031.
Dengan panjang lebih dari 100 meter dan bobot sekitar 460 ton, ISS akan menjadi objek terbesar yang pernah dikirim ke “pemakaman antariksa” tersebut.
Point Nemo, secara astronomis berada di koordinat 48°52.6′S 123°23.6′W, adalah titik lautan paling jauh dari daratan mana pun. Jaraknya lebih dari 2.600 kilometer dari pulau terdekat, termasuk Ducie Island dan Maher Island di Antarktika.
Karena letaknya yang sangat terpencil, kawasan ini dianggap sebagai lokasi paling aman untuk menjatuhkan serpihan satelit dan pesawat antariksa yang sudah tidak digunakan.
Sejak 1970-an, berbagai badan antariksa dunia telah menjatuhkan hampir 300 puing luar angkasa ke kawasan ini, termasuk stasiun Mir milik Rusia. Namun, ISS akan menjadi yang terbesar dan terberat yang pernah “dimakamkan” di titik tersebut.
Menurut analis puing luar angkasa dari European Space Agency (ESA), Stijn Lemmens, meninggalkan ISS terus mengorbit bukanlah pilihan yang aman.
Saat ini terdapat sekitar 40.000 objek buatan manusia yang mengelilingi Bumi. Semakin padat orbit, semakin besar risiko tabrakan antarpuing.
Baca Juga: 5 Fakta Komet ATLAS: Awalnya Dicurigai Pesawat Alien, NASA Ungkap Bukan Ancaman
Jika tabrakan berantai terjadi, serpihan kecil dapat mempercepat kerusakan hingga menyebabkan kondisi orbit tidak lagi aman bagi satelit aktif. Fenomena ini dikenal sebagai Kessler Syndrome. Karena itu, membiarkan ISS tetap melayang di orbit justru dapat menimbulkan bencana.
“Pada akhirnya, kita harus memastikan orbit tetap aman bagi generasi berikutnya,” kata Lemmens kepada Live Science (2/11/2025).
Ia menambahkan, wilayah laut seperti Point Nemo dipilih karena jauh dari rute kapal dan tanpa penghuni.
Tidak semua bagian ISS akan mencapai permukaan laut. Saat kembali memasuki atmosfer, stasiun luar angkasa ini akan mengalami pemanasan ekstrem yang memecahkannya menjadi beberapa bagian.
NASA menjelaskan bahwa kerusakan akan terjadi dalam tiga tahap: Panel surya dan radiator akan terlepas lebih dulu, bagian struktur utama dan modul akan pecah satu per satu, dan komponen paling keras dan padat akan menjadi bagian terakhir yang bertahan sebelum jatuh ke laut.
Sebagian besar material diperkirakan akan terbakar habis, namun komponen tertentu seperti rangka baja atau bagian truss kemungkinan akan selamat dan jatuh di area laut yang sudah ditentukan.
Berita Terkait
-
5 Fakta Komet ATLAS: Awalnya Dicurigai Pesawat Alien, NASA Ungkap Bukan Ancaman
-
NASA Siapkan Opsi Nuklir untuk Cegah Asteroid Tabrak Bulan
-
NASA Ungkap Temuan Awal Trappist-1 e, Planet Mirip Bumi
-
NASA: Batuan Purba Kawah Jezero Simpan Petunjuk Kehidupan di Mars
-
Rover Perseverance NASA Temukan Petunjuk Baru Kehidupan Purba di Mars
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis