- Modena meluncurkan delapan titik air minum gratis berbasis Reverse Osmosis di Jakarta dan Bekasi selama Ramadhan.
- Inisiatif ini juga menyelamatkan 62 kilogram makanan berlebih yang diolah menjadi hidangan berbuka puasa.
- Program terpadu ini bertujuan mengurangi limbah plastik dan sisa makanan, mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Suara.com - Ramadhan tahun ini diwarnai terobosan teknologi berkelanjutan melalui peluncuran delapan titik air minum gratis berbasis Reverse Osmosis (RO) serta program penyelamatan makanan berlebih (food rescue) oleh Modena.
Inisiatif Modena Food Hub, memadukan inovasi pemurnian air dengan pemanfaatan food waste untuk menjawab dua persoalan krusial perkotaan, yakni limbah plastik dan sisa makanan.
Langkah tersebut menghadirkan akses hidrasi gratis di ruang publik sekaligus mengolah bahan pangan surplus menjadi hidangan berbuka puasa bagi masyarakat yang membutuhkan.
8 Titik Air Minum Publik dengan Teknologi Reverse Osmosis
Delapan titik air minum gratis kini tersedia di sejumlah lokasi strategis Jakarta hingga Bekasi, meliputi 4 titik di Masjid Agung Al Azhar, 2 titik di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, 1 titik di Masjid Al-Bakrie, dan 1 titik di Jembatan Penyeberangan Multiguna Lebak Bulus.
Seluruh fasilitas menggunakan teknologi Reverse Osmosis, sistem penyaringan bertekanan tinggi yang mampu menghilangkan partikel mikro, logam berat, serta kontaminan berbahaya sehingga air tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Hingga kini, lebih dari 150.000 liter air minum telah disalurkan Modena Pure Hub kepada masyarakat melalui inisiatif ini.
Kehadiran fasilitas air minum gratis juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi air kemasan sekali pakai yang menjadi salah satu penyumbang utama sampah plastik perkotaan.
Winda Aulia Pratiwi, Sustainability Lead MODENA, menyampaikan bahwa pendekatan ini dirancang terintegrasi.
Baca Juga: Ajang Teknologi Dunia Kembali Digelar di Taipei, 1.500 Inovasi AI Dipamerkan
“Perluasan akses air bersih dan pengurangan limbah harus berjalan beriringan. Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).
62 Kg Makanan Diselamatkan, Diolah Jadi Menu Berbuka
Selain menghadirkan teknologi hidrasi publik, program ini juga menjalankan rescue kitchen bekerja sama dengan Scholars of Sustenance, organisasi global yang fokus pada pengurangan limbah makanan dan ketahanan pangan.
Sebanyak 62 kilogram makanan surplus berhasil diselamatkan dari potensi terbuang. Bahan pangan yang masih layak konsumsi tersebut kemudian diolah menjadi hidangan berbuka puasa untuk 100 penerima manfaat di Kampung Gasong, Menteng Atas, Jakarta Selatan.
Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sistem distribusi pangan yang lebih cerdas dapat menekan angka food waste sekaligus memperluas akses makanan bagi kelompok rentan.
Teknologi, SDGs, dan Aksi Iklim
Berita Terkait
-
Interactive Display AI dan Wireless Presentation tanpa Driver Ini Bakal Dukung Dunia Kerja Modern
-
Waspada Kesenjangan Digital! BINUS Tegaskan Teknologi Harus Jadi Milik Rakyat, Bukan Elit Saja
-
Bagaimana Ma Wara Al-Nahar di Jakarta Akan Berlangsung dan Mengapa Dunia Islam Menaruh Perhatian
-
5 Tokoh Teknologi Muncul di Epstein Files: Ada Orang Terkaya hingga Ilmuwan
-
Standar Baru Kenyamanan Memasak, Teknologi Kompor Listrik Ini Bikin Konsumen Kepincut
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
-
Kolaborasi Teknologi Streaming Ini Dorong Industri Konten Lokal
-
Ditahan 20 Hari ke Depan, Kenapa Kejagung Titipkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Rutan KPK?
-
Hal Baik Berakhir Baik: Bukan Sekadar Motivasi, tapi Teman Menenangkan Hati
-
Laut China Selatan Memanas! Pasukan Xi Jinping Tembakan Meriam ke Kapal Filipina
-
Persija Jakarta di Bawah Persib! Dominasi Maung Bandung di Timnas Indonesia
-
4 Sabun Cuci Muka untuk Usia 50 Tahun, Anti Aging agar Kulit Awet Muda
-
Nam Joo Hyuk Jadi Pria Misterius dengan Masa Lalu Kelam di Drama Heartbeat
-
Urutan Pemakaian Sunscreen dan Moisturizer yang Benar, Jangan Sampai Terbalik
-
Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!