Tekno / Internet
Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB
Verifikasi Dokumen Privy. [Privy]
Baca 10 detik
  • Laporan penipuan di Indonesia mencapai 432.637 hingga Januari 2026, menunjukkan rata-rata seribu kasus harian, jauh lebih tinggi dari negara lain.
  • Modus penipuan terkini memanfaatkan dokumen digital palsu seperti *invoice* dan kontrak, diciptakan mendesak untuk merugikan korban finansial.
  • Pencegahan meliputi verifikasi sumber dokumen, pengecekan tanda tangan elektronik tersertifikasi, dan penggunaan layanan verifikasi digital resmi.

“Tanda tangan elektronik tersertifikasi menggunakan sistem enkripsi yang bisa diverifikasi, berbeda dengan tanda tangan hasil scan yang mudah dipalsukan,” ujarnya.

CEO & Co-Founder Privy, Marshall Pribadi. [Privy]

3. Gunakan Layanan Verifikasi Gratis

Masyarakat juga bisa memeriksa keaslian dokumen dengan mengunggah file ke layanan resmi Privy.

“Layanan ini gratis dan bisa digunakan untuk memverifikasi dokumen dari berbagai PSrE terdaftar, bukan hanya dari Privy,” kata Marshall.

Ia menambahkan, “Kami memastikan dokumen yang diunggah tidak disimpan, sehingga tetap aman dan rahasia.”

Jangan Tertipu Tampilan, Selalu Verifikasi

Marshall menekankan bahwa kesalahan umum masyarakat adalah menilai keaslian dokumen hanya dari tampilan visual.

“Dokumen digital bisa dimodifikasi tanpa terlihat secara kasat mata. Karena itu, verifikasi adalah langkah penting sebelum mengambil keputusan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya kebiasaan sederhana: cek dulu sebelum percaya.

Baca Juga: Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake

“Kepercayaan di era digital harus dibangun di atas verifikasi. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat bisa lebih kritis dan terhindar dari penipuan,” tutupnya.

Load More