- Kaspersky mencatat hampir 40 juta infeksi malware menargetkan pengguna Indonesia sepanjang tahun 2025.
- Sebanyak 31,5 persen ancaman berasal dari serangan lokal melalui media offline seperti USB dan flashdisk.
- Kerja jarak jauh meningkatkan risiko siber, menuntut pengguna melindungi perangkat pribadi seperti laptop dan ponsel.
Suara.com - Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap hampir 40 juta infeksi malware terjadi sepanjang 2025, menargetkan perangkat pengguna di Tanah Air.
Data ini berasal dari jaringan Kaspersky Security Network (KSN) dan menunjukkan bahwa sebanyak 39.718.903 insiden terdeteksi selama periode Januari hingga Desember 2025. Artinya, rata-rata lebih dari 108.000 ancaman terjadi setiap hari.
Secara persentase, sekitar 31,5 persen pengguna di Indonesia terdampak ancaman lokal, yakni serangan yang berasal dari perangkat seperti USB, CD, atau media offline lainnya.
Ancaman Datang dari Perangkat Sehari-hari
Menurut Kaspersky, mayoritas serangan berasal dari worm dan virus file yang menyebar melalui perangkat removable seperti flashdisk atau hard drive eksternal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ancaman tidak hanya datang dari internet, tetapi juga dari aktivitas offline yang sering dianggap aman oleh pengguna.
Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-71 dalam hal tingkat infeksi perangkat. Meski tidak termasuk tertinggi, angka serangan yang mencapai puluhan juta tetap menjadi sinyal bahaya bagi keamanan digital nasional.
Waspada Saat Kerja Jarak Jauh
Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky Indonesia menegaskan bahwa tren kerja jarak jauh turut meningkatkan risiko keamanan siber.
Baca Juga: Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
“Meskipun bekerja jarak jauh itu nyaman dan memiliki banyak manfaat, hal itu juga mengekspos individu dan bisnis pada berbagai risiko keamanan siber,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (25/3/2026).
Ia menekankan bahwa perangkat pribadi seperti laptop dan smartphone tetap harus dilindungi layaknya perangkat kantor.
“Laptop dan ponsel pintar yang digunakan di luar perimeter perusahaan harus dilindungi seperti halnya yang berada di balik firewall kantor,” jelasnya.
Selain itu, Defi juga mengingatkan pentingnya langkah sederhana seperti penggunaan kata sandi untuk melindungi data sensitif.
“Penting untuk memastikan perangkat dilindungi password agar tidak mudah diakses pihak ketiga,” tambahnya.
Karyawan Diminta Lebih Waspada
Dengan semakin banyaknya pekerja yang mobile, kewaspadaan terhadap ancaman digital menjadi krusial, terutama di luar lingkungan kerja formal.
“Dengan tenaga kerja yang tersebar, staf perlu lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber bahkan di luar kantor agar tetap bisa bekerja dengan aman,” pungkas Defi.
Berita Terkait
-
Lenovo Pamer Laptop AI dan Konsep Gaming Foldable di MWC 2026
-
Viral Laptop Mugen Core i3 Bantuan Pemerintah Rp14 Jutaan, Ramai Tuai Kritikan
-
Xiaomi Siapkan Laptop Pesaing MacBook 2026: Bodi Tipis dengan Intel Core Ultra
-
Lenovo Aura Edition: Laptop AI untuk Kerja Lebih Cepat dan Kreatif, Ini Tips Maksimalkan Fiturnya
-
Spesifikasi Advan Workplus AI, Laptop AMD Ryzen 7 untuk Profesional Muda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI