Tekno / Tekno
Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:38 WIB
Ilustrasi Teknologi Kecerdasan Buatan. (Pixabay/tungnguyen0905)
Baca 10 detik
  • ITE dan BDx Data Centers sepakat siapkan tenaga ahli pusat data dan AI melalui penandatanganan Nota Kesepahaman strategis.
  • Mahasiswa akan mendapat pengalaman langsung di fasilitas canggih BDx SIN1 yang mendukung teknologi AI serta komputasi kuantum.
  • Kolaborasi ini mendukung strategi nasional Singapura untuk ketahanan digital dan pemenuhan proyeksi peningkatan signifikan lapangan kerja 2030.

Suara.com - Institute of Technical Education (ITE) resmi menjalin kerja sama strategis dengan BDx Data Centers untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan di bidang pusat data dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup seluruh kampus ITE.

Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung di fasilitas SIN1 milik BDx, pusat data canggih yang sudah siap mendukung teknologi AI bahkan dilengkapi fasilitas uji komputasi kuantum.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi nasional Singapura dalam menghadapi lonjakan kebutuhan tenaga ahli digital, sekaligus mendukung roadmap Green Data Centre dan visi Smart Nation.

CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menegaskan pentingnya peran pusat data dalam era digital saat ini.

“Pusat data merupakan tulang punggung revolusi kecerdasan buatan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (27/3/2026).

Kolaborasi BDx dan ITE Siapkan SDM AI dan Data Center. [BDx]

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi ketahanan teknologi negara.

“Dengan membangun jalur pengembangan talenta lokal yang terampil bersama ITE, kami memperkuat posisi Singapura sebagai pemimpin di bidang AI dan infrastruktur digital,” jelasnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga akan dibekali keterampilan praktis yang langsung relevan dengan industri.

Baca Juga: Trafik Data Naik 20 Persen Saat Lebaran 2026, Indosat Andalkan AI untuk Pantau Jaringan Real-Time

“Para siswa kami akan memperoleh kompetensi praktis yang diperlukan untuk mendukung operasi penting, mulai dari layanan keuangan hingga aplikasi AI yang terus berkembang,” tambahnya.

Dari sisi pendidikan, CEO ITE, Peter Lam, menyambut kolaborasi ini sebagai terobosan penting dalam sistem pembelajaran vokasi.

“Melalui kerja sama ini, kami akan mengintegrasikan skenario operasional pusat data dunia nyata ke dalam kurikulum, sehingga lulusan kami benar-benar siap kerja,” ungkapnya.

Menurut data Asia-Pacific Data Centre Association (APDCA), industri pusat data di Singapura saat ini telah menciptakan sekitar 7.000 lapangan kerja bernilai tinggi.

Angka ini diproyeksikan melonjak hampir tiga kali lipat pada 2030, dengan kontribusi ekonomi meningkat hingga 8,9 kali lipat.

Pertumbuhan pesat ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan akan komputasi awan dan teknologi AI, yang menjadikan pusat data sebagai fondasi utama transformasi digital global.

Load More