Tekno / Tekno
Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:26 WIB
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Lenovo dan NVIDIA berkolaborasi memperkenalkan solusi Hybrid AI Advantage untuk mempercepat adopsi AI skala industri.
  • Solusi terintegrasi ini mempercepat inferensi AI, mendukung pengambilan keputusan secara real-time di berbagai lingkungan operasional.
  • Kolaborasi ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas pemrosesan sepuluh kali lipat sambil menekan biaya operasional AI signifikan.

Suara.com - Kolaborasi strategis antara Lenovo dan NVIDIA kembali mencuri perhatian dunia teknologi. Dalam ajang NVIDIA GTC, Lenovo memperkenalkan solusi terbaru Lenovo Hybrid AI Advantage bersama NVIDIA yang dirancang untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri.

Solusi ini memungkinkan perusahaan mengimplementasikan AI lebih cepat, mulai dari tahap eksperimen hingga produksi skala besar, dengan fokus pada efisiensi, performa, dan dampak bisnis nyata.

Teknologi ini juga mampu memangkas time-to-first-token (TTFT), mempercepat proses inferensi, serta mendukung pengambilan keputusan secara real-time di lingkungan edge, data center, hingga cloud.

Chairman dan CEO Lenovo, Yuanqing Yang, menegaskan posisi strategis perusahaannya dalam ekosistem AI global.

“Bersama NVIDIA, Lenovo berada pada posisi yang unik untuk membantu organisasi mengoperasionalkan AI mulai dari eksperimen hingga implementasi enterprise, bahkan ke pengembangan AI cloud skala gigafactory,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi biaya dalam era AI modern.

“Pengendalian biaya dan kinerja per token menjadi sangat krusial. Dengan solusi hybrid end-to-end kami, pelanggan dapat mengembangkan AI dengan lebih efisien dan waktu implementasi lebih cepat,” tambahnya.

Seiring berkembangnya AI menuju fase produksi, kebutuhan akan infrastruktur yang kuat semakin meningkat. Founder dan CEO NVIDIA, Jensen Huang, menyebut bahwa industri kini memasuki babak baru.

“AI kini telah memasuki era produksi. Kecerdasan dihasilkan secara real-time dan perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mendukung skala tersebut,” ungkapnya dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: Singapura Siapkan SDM AI dan Data Center, Kolaborasi ITE dan BDx Buka Peluang Karier Masa Depan

Ia juga menambahkan, seiring AI agent semakin cerdas, kebutuhan akan komputasi terakselerasi dan infrastruktur berskala besar akan meningkat tajam.

"Bersama Lenovo, kami menghadirkan platform end-to-end untuk masa depan AI,” ucap Jensen Huang.

Di Indonesia, dampak kolaborasi ini juga mulai terasa. President Director Lenovo Indonesia, Budi Janto, menjelaskan bahwa perusahaan kini bergerak dari sekadar uji coba menuju implementasi nyata.

“Perusahaan di Indonesia mulai beralih dari eksperimen ke implementasi AI yang lebih aplikatif. Pendekatan hybrid menjadi kunci, dan kami menghadirkan solusi terintegrasi untuk mempercepat adopsi tersebut,” jelasnya.

Secara teknologi, Lenovo menghadirkan berbagai inovasi seperti platform inferensi berbasis NVIDIA Dynamo dan NIM, serta AI cloud “gigafactory” yang didukung arsitektur terbaru NVIDIA Vera Rubin.

Sistem ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas pemrosesan hingga 10 kali lipat sekaligus menekan biaya per token secara signifikan.

Load More