- Lenovo dan NVIDIA berkolaborasi memperkenalkan solusi Hybrid AI Advantage untuk mempercepat adopsi AI skala industri.
- Solusi terintegrasi ini mempercepat inferensi AI, mendukung pengambilan keputusan secara real-time di berbagai lingkungan operasional.
- Kolaborasi ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas pemrosesan sepuluh kali lipat sambil menekan biaya operasional AI signifikan.
Suara.com - Kolaborasi strategis antara Lenovo dan NVIDIA kembali mencuri perhatian dunia teknologi. Dalam ajang NVIDIA GTC, Lenovo memperkenalkan solusi terbaru Lenovo Hybrid AI Advantage bersama NVIDIA yang dirancang untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri.
Solusi ini memungkinkan perusahaan mengimplementasikan AI lebih cepat, mulai dari tahap eksperimen hingga produksi skala besar, dengan fokus pada efisiensi, performa, dan dampak bisnis nyata.
Teknologi ini juga mampu memangkas time-to-first-token (TTFT), mempercepat proses inferensi, serta mendukung pengambilan keputusan secara real-time di lingkungan edge, data center, hingga cloud.
Chairman dan CEO Lenovo, Yuanqing Yang, menegaskan posisi strategis perusahaannya dalam ekosistem AI global.
“Bersama NVIDIA, Lenovo berada pada posisi yang unik untuk membantu organisasi mengoperasionalkan AI mulai dari eksperimen hingga implementasi enterprise, bahkan ke pengembangan AI cloud skala gigafactory,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi biaya dalam era AI modern.
“Pengendalian biaya dan kinerja per token menjadi sangat krusial. Dengan solusi hybrid end-to-end kami, pelanggan dapat mengembangkan AI dengan lebih efisien dan waktu implementasi lebih cepat,” tambahnya.
Seiring berkembangnya AI menuju fase produksi, kebutuhan akan infrastruktur yang kuat semakin meningkat. Founder dan CEO NVIDIA, Jensen Huang, menyebut bahwa industri kini memasuki babak baru.
“AI kini telah memasuki era produksi. Kecerdasan dihasilkan secara real-time dan perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mendukung skala tersebut,” ungkapnya dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Singapura Siapkan SDM AI dan Data Center, Kolaborasi ITE dan BDx Buka Peluang Karier Masa Depan
Ia juga menambahkan, seiring AI agent semakin cerdas, kebutuhan akan komputasi terakselerasi dan infrastruktur berskala besar akan meningkat tajam.
"Bersama Lenovo, kami menghadirkan platform end-to-end untuk masa depan AI,” ucap Jensen Huang.
Di Indonesia, dampak kolaborasi ini juga mulai terasa. President Director Lenovo Indonesia, Budi Janto, menjelaskan bahwa perusahaan kini bergerak dari sekadar uji coba menuju implementasi nyata.
“Perusahaan di Indonesia mulai beralih dari eksperimen ke implementasi AI yang lebih aplikatif. Pendekatan hybrid menjadi kunci, dan kami menghadirkan solusi terintegrasi untuk mempercepat adopsi tersebut,” jelasnya.
Secara teknologi, Lenovo menghadirkan berbagai inovasi seperti platform inferensi berbasis NVIDIA Dynamo dan NIM, serta AI cloud “gigafactory” yang didukung arsitektur terbaru NVIDIA Vera Rubin.
Sistem ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas pemrosesan hingga 10 kali lipat sekaligus menekan biaya per token secara signifikan.
Berita Terkait
-
Predator Helios 16 AI Resmi di Indonesia, Laptop Gaming RTX 5090 Seharga Rp79 Juta
-
Indosat Gandeng Safaricom, Hadirkan AI dan M-PESA untuk Layanan Digital Lebih Cerdas
-
Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia
-
Terpopuler: 7 Prompt AI Gambar Ucapan Idulfitri, Tips Menghemat Baterai HP saat Mudik
-
7 Prompt Gambar Ucapan Idulfitri 2026 Pakai Gemini AI, dari Estetik sampai Futuristik
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tren Audio Open-Ear Makin Populer, HAKII Resmi Hadir di Indonesia lewat Blibli
-
Huawei Watch FIT 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Punya Fitur Deteksi Risiko Diabetes dan ECG
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 12 Mei 2026: Bocoran Kehadiran Samuel Eto'o
-
33 Kode Redeem FF Terbaru 12 Mei 2026: Buruan Ambil MP40 Cobra dan Jajal Fitur Kuda
-
5 Rekomendasi Tablet Layar OLED, Visual Mantap untuk Kerja dan Gaming
-
Samsung Galaxy A27 Segera Hadir, Snapdragon Bakal Gantikan Exynos?
-
Realme 16T 5G Debut Pekan Depan, Usung Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
Heboh DM Instagram Disebut Tak Lagi Aman, Pakar Siber Ungkap Faktanya soal Enkripsi
-
Kumpulan Prompt AI Edit Foto Masa Kecil vs Masa Kini, Hasil Estetik dan Emosional
-
Lawan Berat Redmi dan Honor: Huawei Siapkan HP Baru Baterai 10.000 mAh+