Tekno / Game
Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:11 WIB
Game PUBG Blindspot. (PUBG Corporation)
Baca 10 detik

Game PUBG Blindspot resmi menutup layanan server pada 30 Maret 2026.

Masa operasional game ini hanya bertahan kurang dari dua bulan saja.

Jumlah pemain aktif merosot drastis hingga di bawah 150 orang saja.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari semesta PUBG. Game spin-off terbaru besutan ARC Team dan Krafton, PUBG: Blindspot, resmi menghentikan seluruh layanannya pada 30 Maret mendatang.

Mengusung gameplay anti mainstream, PUBG Blindspot justru layu sebelum berkembang.

Keputusan penutupan server terasa sangat prematur, mengingat game ini baru meluncur dalam format Early Access pada 5 Februari lalu.

Itu membuat PUBG Blindspot bahkan tak sempat merayakan ulang tahun yang kedua bulan.

Berbeda dari formula Battle Royale yang membesarkan namanya, PUBG: Blindspot menawarkan pengalaman yang sama sekali baru.

Game ini adalah game tembak-menembak taktis 5v5 dengan sudut pandang dari atas (top-down).

Game baru PUBG Blindspot. (PUBG Corporation)

Permainan menekankan kerja sama tim dan komunikasi layaknya Rainbow Six: Siege namun dengan tempo yang lebih cepat.

Konsep ini ambisius dan mendapat ulasan positif di Steam, namun sayangnya gagal menarik basis pemain untuk bertahan hidup di industri yang kejam.

Dalam pengumuman resmi, Sequoia Yang dari ARC Team menyatakan, "Setelah mempertimbangkan dengan cermat, kami sampai pada kesimpulan bahwa kami tidak lagi mampu secara berkelanjutan menyediakan tingkat pengalaman yang ingin kami berikan melalui Early Access."

Baca Juga: CD Projekt Sedang Garap Game Baru, Penerus The Witcher dan Cyberpunk?

Di balik pernyataan diplomatis tersebut, data pemain menceritakan kisah yang lebih brutal.

Mengutip GamesGG, saat peluncuran, PUBG Blindspot sempat menyentuh puncak 3.251 pemain serentak.

Namun, angka tersebut merosot tajam hingga di bawah 150 pemain aktif menjelang pengumuman penutupan, membuat proses matchmaking hampir mustahil.

Kegagalan PUBG: Blindspot menjadi cerminan betapa kompetitifnya pasar game live-service saat ini.

Kehadiran raksasa seperti Helldivers 2 dan game lainnya membuat setiap pendatang baru harus berjuang ekstra keras.

Bahkan nama besar seperti PUBG tidak lagi menjadi jaminan kesuksesan jika eksekusi dan dukungan komunitas tidak berjalan beriringan.

Load More