Game PUBG Blindspot resmi menutup layanan server pada 30 Maret 2026.
Masa operasional game ini hanya bertahan kurang dari dua bulan saja.
Jumlah pemain aktif merosot drastis hingga di bawah 150 orang saja.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari semesta PUBG. Game spin-off terbaru besutan ARC Team dan Krafton, PUBG: Blindspot, resmi menghentikan seluruh layanannya pada 30 Maret mendatang.
Mengusung gameplay anti mainstream, PUBG Blindspot justru layu sebelum berkembang.
Keputusan penutupan server terasa sangat prematur, mengingat game ini baru meluncur dalam format Early Access pada 5 Februari lalu.
Itu membuat PUBG Blindspot bahkan tak sempat merayakan ulang tahun yang kedua bulan.
Berbeda dari formula Battle Royale yang membesarkan namanya, PUBG: Blindspot menawarkan pengalaman yang sama sekali baru.
Game ini adalah game tembak-menembak taktis 5v5 dengan sudut pandang dari atas (top-down).
Permainan menekankan kerja sama tim dan komunikasi layaknya Rainbow Six: Siege namun dengan tempo yang lebih cepat.
Konsep ini ambisius dan mendapat ulasan positif di Steam, namun sayangnya gagal menarik basis pemain untuk bertahan hidup di industri yang kejam.
Dalam pengumuman resmi, Sequoia Yang dari ARC Team menyatakan, "Setelah mempertimbangkan dengan cermat, kami sampai pada kesimpulan bahwa kami tidak lagi mampu secara berkelanjutan menyediakan tingkat pengalaman yang ingin kami berikan melalui Early Access."
Baca Juga: CD Projekt Sedang Garap Game Baru, Penerus The Witcher dan Cyberpunk?
Di balik pernyataan diplomatis tersebut, data pemain menceritakan kisah yang lebih brutal.
Mengutip GamesGG, saat peluncuran, PUBG Blindspot sempat menyentuh puncak 3.251 pemain serentak.
Namun, angka tersebut merosot tajam hingga di bawah 150 pemain aktif menjelang pengumuman penutupan, membuat proses matchmaking hampir mustahil.
Kegagalan PUBG: Blindspot menjadi cerminan betapa kompetitifnya pasar game live-service saat ini.
Kehadiran raksasa seperti Helldivers 2 dan game lainnya membuat setiap pendatang baru harus berjuang ekstra keras.
Bahkan nama besar seperti PUBG tidak lagi menjadi jaminan kesuksesan jika eksekusi dan dukungan komunitas tidak berjalan beriringan.
Tag
Berita Terkait
-
10 Penerbit Game Terbaik Versi Metacritic: Square Enix Pemuncak, Capcom Nomor 3
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
-
Jujutsu Kaisen Season 4 Resmi Diproduksi, Arc Culling Game Lanjut Part 2
-
Penjualan Melambat, Produksi Konsol Nintendo Switch 2 Dipangkas
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Debut 30 Maret 2026, Fitur Kamera Premium Vivo X300 Ultra Terungkap
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 28 Maret 2026, Ada 5 Juta Koin dan Pemain OVR 115-117
-
7 Rekomendasi HP Lipat 2026, dari Samsung hingga Huawei
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
-
Redmi 15A 5G Usung Baterai Jumbo, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Dapat Update hingga 2032
-
Wamenkomdigi: Jaringan 5G Bakauheni Tetap Andal Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Tecno Spark 50 5G Resmi Dirilis, Baterai 6.500mAh, Desain Ala Pixel, dan Dimensity 6400
-
HP Android Bisa Bertahan Berapa Tahun? Ini 5 Pilihan yang Terbukti Awet
-
Cara Memilih AC yang Nyaman Dipakai Sehari-hari, Bukan Sekadar Dingin
-
PP Tunas Berlaku, Pemerintah Ancam Sanksi Platform Digital yang Tak Patuh