Suara.com - Tak lama lagi, para pecinta astronomi akan dimanjakan oleh fenomena alam yang terjadi setiap bulan April sebagai penanda awal musim semi.
Sebagian orang sudah mempersiapkan diri, menyiapkan alat canggih sedemikian rupa dan menunggu fenomena bulan purnama tersebut tiba tidak lama lagi.
Keindahan bulan purnama ini ternyata tetap bisa dinikmati dengan mata telanjang pada malam hari dengan syarat kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.
Fenomena langit ini jangan sampai terlewatkan, hanya terjadi satu kali dalam setahun, dimana Bulan dan Matahari hampir segaris.
Kabar mengenai kemunculan Pink Moon terdengar hingga seantero negeri, termasuk Indonesia, terdengar unik hingga bikin penasaran banyak orang.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, kenapa bisa terjadi dan kapan waktu terbaik untuk melihatnya di Indonesia? Daripada penasaran, berikut fakta unik Pink Moon.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan singkatnya.
5 Fakta Unik Pink Moon
1. Tradisi Masyarakat Asli Amerika Utara
Baca Juga: Fenomena Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Faktanya!
Pink Moon merupakan sebutan untuk purnama April yang berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang kemudian dipopulerkan melalui Almanak Petani atau Farmer’s Almanac.
Nama Pink Moon diambil dari mekarnya bunga liar berwarna pink bernama Phlok Subulata yang tumbuh pada awal musim semi di belahan Bumi bagian utara.
Kemunculan bunga ini bertepatan dengan fase bulan purnama di bulan April, maka lahirnya sebutan ‘”Pink Moon”.
2. Fase Awal Musim Semi
Secara astronomi, Pink Moon merupakan fase bulan purnama yang terjadi setiap bulan April dalam penanggalan tradisional.
Namun, istilah Pink Moon kerap menimbulkan kesalahpahaman, karena banyak yang mengira bulan akan tampak berwarna merah muda.
Berita Terkait
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon Hingga Parade Planet
-
Apakah Gerhana Matahari Cincin 17 Februari Bisa Dilihat di Indonesia? Begini Penjelasan Ilmiahnya
-
Astronom Temukan Sinyal Radio dari Komet 3I/ATLAS, Tapi Bukan dari Alien
-
Link Live Streaming Supermoon 5 November 2025: Amati 'Fenomena Bulan Besar' Lebih Dekat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Formasi 81 di Langit Monas, Aksi Jet Tempur hingga Terjun Payung Meriahkan HUT RI di Jakarta
-
Review The Debt Collector: Aksi Balas Dendam Penuh Darah di Kota Bangkok!
-
Bikin Geram Publik! Backsound Upacara HUT ke-81 RI Diduga Pakai AI, Gak Bisa Bayar Pencipta Lagu?
-
167 Koruptor di Lapas Sukamiskin Dapat Remisi HUT RI, Satu Orang Langsung Bebas
-
Sosok Savia Aulia Rahmawati Sinden Cilik Disabilitas yang Pukau Tamu di Upacara Istana Merdeka
-
Comeback Dramatis, Dean James Bantu Go Ahead Eagles Tahan Feyenoord 2-2
-
Bukan Kupas Bawang, Ini Sosok Susanah Warga Bogor yang Disebut Prabowo di Sidang MPR
-
Edi Purwanto Minta Logistik Gempa NTT Merata, Prioritaskan Bayi, Ibu Hamil dan Lansia
-
BI dan ASPI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, 8 Bank Resmi Jadi Penerbit
-
5 Pilihan Cerdas Bebas Bokek, Ini Rekomendasi Motor Bekas 5 Jutaan Paling Irit dan Tahan Banting