Tekno / Sains
Rabu, 01 April 2026 | 15:35 WIB
Ilustrasi Pink Moon. (Gemini AI)

Faktanya, bulan tetap terlihat seperti purnama pada umumnya, berwarna putih terang atau sedikit kekuningan, tergantung kondisi atmosfer.

3. Waktu Terbaik untuk Melihat Pink Moon

Secara astronomis, Pink Moon 2026 akan mencapai puncak fase pada 1 April 2026, waktu Amerika Serikat bagian timur atau EDT.

Di Indonesia, masyarakat bisa menikamti fenomena tersebut pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Pada momen tersebut, bulan tepat bersebrangan dengan matahari sehingga cahaya permukaan terpancar jelas ke bumi.

4. Arahkan Pandangan ke Bagian Timur

Bagi masyarakat Indonesia yang penasaran dan ingin menyaksikan fenomena Pink Moon, disarankan mencari lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur dan pastikan cuaca cerah.

Bulan akan tampak lebih besar dari biasanya saat mendekati horizon. Fenomena ini dikenal sebagai ilusi bulan, yaitu semacam efek visual yang membuat otak manusia menganggap ukuran bulan lebih besar dibanding saat berada tinggi di langit.

5. Waktu Maghrib Hingga Matahari Terbit

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Thomas Djamaluddin menyebutkan fenomena Pink Moon dapat disaksikan pada Rabu Malam, 1 April 2026.

Baca Juga: Fenomena Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Faktanya!

Thomas menjelaskan bulan purnama dapat diamati mulai maghrib sampai menjelas matahari terbit. Fenomena ini dapat dilihat secara langsung atau dengan bantuan alat seperti kamera maupun teleskop.

“Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera,” ujarnya dikutip Suara.com.

Sedikit informasi tambahan, meskipun fenomena pink moon dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan mata telanjang.

Tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan dalam mengamati fenomena ini. Hanya saja, warnanya bukan pink, sama dengan pernama umumnya, berwarna puith kekuningan.

Istilah pink moon hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media.

"Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media," ucap Thomas.

Load More