Suara.com - Belum banyak orang yang memahami benar apa saja sampah antariksa yang ada di lapisan udara atas Bumi.
Hal ini menarik dibicarakan setelah masyarakat Lampung geger saat terlihat berkas cahaya di langit malam mereka, dan banyak orang mengasumsikan berkas cahaya tersebut adalah "roket nyasar" akibat konflik di Iran.
Di orbit yang Bumi miliki, terdapat banyak sekali puing luar angkasa yang menjadi ancaman serius bagi pesawat luar angkasa.
Sampah antariksa ini "beredar" di lapisan atas setelah digunakan, dan memang tidak dapat dibersihkan dengan cara yang ada saat ini.
Nah untuk tahu lebih jauh tentang apa saja sampah antariksa yang ada di lapisan udara milik Bumi, terkait dengan berkas cahaya yang dilihat masyarakat Lampung, berikut pembahasan singkatnya.
Mengenal Apa Saja Sampah Antariksa
Sampah antariksa secara definitif dijelaskan sebagai sejumlah besar materi buatan manusia yang mengorbit di Bumi, namun secara praktis telah kehilangan fungsinya.
Sampah ini memiliki banyak wujud, seperti pecahan dan bagian roket, hingga bahkan serpihan cat mikroskopis yang beredar abadi di orbit planet ini.
Sampah antariksa ini ada di kisaran 2.000 kilometer di atas permukaan planet.
Beberapa memang ditemukan pada tingkat lebih tinggi atau lebih rendah, namun kebanyakan berada pada ketinggian tersebut.
Baca Juga: Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?
Mengacu pada laporan Jaringan Pengawasan Luar Angkasa Amerika Serikat beberapa tahun silam, setidaknya terdapat lebih dari 15.000 puing luar angkasa berukuran lebih dari 10 cm, dan lebih dari 200.000 puing dengan ukuran antara 1 hingga 10 cm. Sisanya berjumlah jutaan dengan ukuran lebih kecil.
Beredar Cepat dan Terkadang Bergesekan dengan Lapisan Atmosfer
Puing antariksa ini tidak melayang diam, namun bergerak dengan kecepatan tinggi. Beberapa tercatat hingga kecepatan 8 kilometer per detik, yang menghasilkan tenaga cukup besar untuk merusak pesawat ruang angkasa atau satelit yang beredar di atas bumi.
Namun puing ini terbang dengan arah yang relatif sama, sehingga dapat menjadi celah untuk pesawat luar angkasa atau benda lain yang diprogram mengorbit di atas Bumi tetap beroperasi dengan aman.
Jenis Sampah Antariksa yang Tercatat
Jika melihat jenisnya, terdapat cukup banyak benda yang melayang dan melaju cepat di orbit Bumi. Mulai dari pecahan satelit yang sudah tidak aktif, sisa roket, hingga barang yang ditinggalkan oleh para astronot dan penjelajah langit.
Beberapa barang "ikonik" yang tercatat turut menjadi sampah luar angkasa misalnya sarung tangan cadangan milik astronot Ed White di tahun 1965, kemudian spatula yang hilang oleh astronot Piers Sellers di tahun 2005, kamera milik astronot Sunita Williams pada tahun 207, hingga gambar Andy Warhol yang ditinggalkan oleh misi Apollo pada 1969 lalu.
Berkas Cahaya di Langit Lampung
Terkait dengan pembahasan apa saja sampah antariksa, misteri cahaya di atas langit Lampung menjadi lebih masuk akal.
Disampaikan oleh Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung, Annisa Novia Indra Putri, objek tersebut bukanlah komet atau meteor alami.
Dirinya menduga bahwa objek bercahaya ini adalah sisa peluncuran roket yang terbakar saat kembali masuk ke atmosfer bumi, yang bergesekan dengan lapisan udara yang ada.
Annisa kemudian menghimbau pada masyarakat untuk tetap tenang karena fenomena ini tidak berbahaya.
Fenomena yang terjadi di ruang langit memang selalu jadi bahasan menarik untuk dibahas karena relatif jarang terjadi.
Terlebih ketika masyarakat mulai terbuka pada berbagai informasi yang beredar, termasuk fenomena langit seperti meteor, hingga roket yang diluncurkan oleh negara-negara berkonflik.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang apa saja sampah antariksa terkait dengan misteri cahaya di langit Lampung yang akhirnya terungkap, semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Netflix Umumkan Anime Baru hingga Tanggal Tayang Cyberpunk: Edgerunners 2
-
Review Reacher Season 3: Kembalinya Sang Serigala Penyendiri yang Tangguh!
-
Amri/Nita Tumbang, Kapan Indonesia Akhiri Puasa Medali Emas Kejuaraan Dunia BWF?
-
Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Jadi Andalan Warga
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan
-
Pramono Anung Sebut Sekolah di Luar Negeri Bisa Ubah Nasib Keluarga Kurang Beruntung
-
5 HP OPPO RAM 8 GB dan Memori 256 GB Termurah Mulai Rp2 Jutaan
-
Kalimantan Terbakar, Artis Bersuara: Fanny Soegi Sentil Si Paling Rakus, Siskaeee Juga Ikutan
-
Cara Mudah Mencari Tinggi Segitiga jika Luas dan Alas Sudah Diketahui
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek