- Baterai yang boros menjadi salah satu keluhan umum pengguna smarwatch.
- Ada beberapa fitur yang memang bisa menyedot baterai.
- Sejumlah trik bisa dilakukan agar baterai smartwatch lebih awet.
Suara.com - Memiliki smartwatch canggih dengan segudang fitur mulai dari pelacak kebugaran hingga notifikasi real-time memang sangat memudahkan hidup. Namun, ada satu masalah klasik yang sering menghantui para penggunanya baterai cepat habis.
Sebagai pengguna aktif, tentu sangat menjengkelkan jika perangkat mati tepat di tengah sesi olahraga atau sebelum hari berakhir.
Tips agar Baterai Smartwatch Awet
Agar smartwatch Anda tidak sekadar menjadi "gelang", berikut adalah panduan lengkap cara menghemat baterai smartwatch. Tentunya tanpa harus mengorbankan fungsi utamanya.
1. Atur Kecerahan Layar dan Timeout
Layar adalah komponen yang paling banyak mengonsumsi daya. Resolusi tinggi dan panel yang terang membutuhkan energi besar.
Gunakan Auto-Brightness: Jika perangkat Anda mendukung sensor cahaya, biarkan sistem menyesuaikan kecerahan secara otomatis.
Turunkan Screen Timeout: Atur agar layar mati lebih cepat (misalnya 5 detik) setelah Anda selesai melihat notifikasi.
2. Hentikan Penggunaan Always-On Display (AOD)
Fitur Always-On Display memang membuat jam tangan terlihat keren karena waktu selalu terpampang. Namun, fitur ini adalah musuh utama daya tahan baterai.
Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan fitur 'Raise to Wake' (layar menyala saat pergelangan tangan diangkat).
3. Batasi Notifikasi yang Masuk
Tidak semua notifikasi perlu muncul. Setiap kali jam bergetar atau layar menyala karena grup WhatsApp yang ramai, baterai akan terkuras.
Baca Juga: 3 Skincare Korea Alternatif Retinol, Bantu Kulit Cerah dan Awet Muda Tanpa Efek Samping
Filter Aplikasi: Masuk ke pengaturan aplikasi wearable di ponsel Anda dan pilih hanya aplikasi krusial saja (seperti telepon, pesan penting, atau kalender).
4. Nonaktifkan Fitur Pelacakan Kesehatan yang Tidak Perlu
Banyak smartwatch modern melakukan pemantauan detak jantung, kadar oksigen darah (SpO2), dan tingkat stres secara terus-menerus (real-time).
Ubah Frekuensi Pemantauan: Ubah pengaturan dari "Continuous" menjadi setiap 10 atau 30 menit sekali.
Matikan saat Tidak Dibutuhkan: Jika Anda tidak sedang berolahraga intens, mematikan pemantauan oksigen darah otomatis dapat menghemat baterai.
5. Kelola Penggunaan GPS
GPS adalah fitur yang sangat haus daya. Jika Anda berolahraga di dalam ruangan (gym atau treadmill), pastikan GPS dalam keadaan nonaktif.
Gunakan GPS hanya saat aktivitas luar ruangan yang memang membutuhkan pemetaan rute yang akurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!