- Menkomdigi Meutya Hafid berupaya meminta keringanan biaya akses data biometrik Dukcapil kepada Kemendagri dan Kementerian Keuangan bagi operator.
- Operator seluler keberatan karena biaya akses naik tiga kali lipat menjadi Rp3.000 per NIK untuk registrasi SIM.
- Registrasi SIM berbasis biometrik akan berlaku penuh pada 1 Juli 2026 guna meningkatkan aspek keamanan digital nasional.
Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bakal meminta keringanan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian maupun Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait biaya akses data biometrik di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.
Sebab akses data ini diperlukan para operator seluler untuk menerapkan kebijakan registrasi kartu SIM dengan data biometrik warga, yang resmi diberlakukan Komdigi mulai 1 Januari 2026 dan berlaku penuh 1 Juli 2026.
Terkait akses data biometrik milik warga ke Dukcapil, operator seluler mengeluhkan adanya kenaikan biaya tiga kali lipat. Mereka mesti membayar Rp 3 ribu per Nomor Induk Kependudukan (NIK) setiap kali mengakses data tersebut.
Menanggapi itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bakal berkoordinasi dengan Kemendagri maupun Kemenkeu untuk memberikan keringanan.
"Terkait dengan biaya NIK kepada Dukcapil sedang kami bicarakan dengan Kementerian Dalam Negeri termasuk juga Kementerian Keuangan untuk memberikan keringanan atas nama keamanan digital masyarakat," kata Meutya di Kantor Komdigi, dikutip Jumat (10/4/2026).
Selain itu, Meutya juga menanggapi keluhan pelaksanaan registrasi SIM biometrik untuk warga di wilayah 3T alias terdepan, terluar, dan tertinggal. Ia mengaku kalau operator seluler masih memiliki waktu untuk implementasi kebijakan itu hingga Juli 2026.
"Kalau tidak salah ini untuk daerah di luar perkotaan kita berikan waktu sampai bulan Juli. Jadi ini masih ada waktu untuk teman-teman operator melakukan sosialisasi dan juga implementasi dari registrasi SIM di daerah sampai bulan Juli," jelasnya.
Akses data biometrik mahal
Sebelumnya Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengaku keberatan dengan biaya yang ditarik pemerintah untuk mengakses data Biometrik warga di pusat data milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri.
Sekretaris Jenderal ATSI Merza Fachys, yang berbicara dalam Roundtable Discussion bertajuk “SUARA PUBLIK: Biometrik SIM Card – Dari Perlindungan Publik, Kekhawatiran Keamanan Data, dan Hak Warga” di kantor Suara.com baru-baru ini mengatakan biaya yang naik tiga kali lipat itu sangat memberatkan operator seluler.
Baca Juga: Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah
Diketahui setiap operator harus membayar Rp 3.000 per Nomor Induk Kependudukan (NIK) setiap kali mengakses data biometrik warga di pusat data Dukcapil. Harga ini lebih mahal tiga kali lipat dibandingkan dengan mengakses data, yang biayanya Rp 1.000 per NIK.
"Operator dengan Kementerian Dalam Negeri sedang dalam perundingan. Karena terus terang, bagi kita itu mahal," kata Merza.
Ia mengatakan biaya akses data Biometrik itu memberatkan karena lebih mahal, tetapi juga karena para operator seluler melaksanakan kebijakan itu sebagai bentuk kontribusi kepada pemerintah dan masyarakat.
"Biaya itu tiga kali lipat dari apa yang dilakukan dengan nomor NIK dan nomor KK, kok jadi beban kami? Jadi kita ingin janganlah semahal itu. Yuk, demi keamanan kita semua," terang Merza.
Tag
Berita Terkait
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Wacana Pangkas Gaji Menteri, Purbaya Nyatakan Tak Keberatan, Sebut Bisa Capai 25 Persen
-
Komdigi Sanksi Google Buntut YouTube Tak Patuh PP Tunas
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo
-
Rumor Samsung Setop Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip8 Disebut Jadi Generasi Terakhir
-
Tips Aman Jual Beli Akun Mobile Legends, Wajib Cek Status PSE Sebelum Transaksi
-
Realme Narzo 100x 5G Meluncur 15 Juli, Bawa Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz dan AI Gemini
-
Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya
-
Vivo X Fold 6 Global Kantongi Sertifikasi Ini, Sinyal Kuat Peluncuran Resmi Makin Dekat
-
DJI Osmo Pocket 4P Resmi Dirilis, Kamera Gimbal Saku 1 Inci dengan Dual Lens untuk Konten Sinematik
-
EZVIZ Pamer Ekosistem Smart Home AI, Smart Lock Face Recognition Jadi Sorotan
-
Riset Terbaru: Kecerdasan Buatan Jadi Inovasi Perkantoran Terpenting di Dunia