- Kementerian Komunikasi dan Digital resmi membuka lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun 2026.
- Lelang bertujuan memeratakan layanan internet 4G dan 5G hingga ke wilayah pelosok seluruh pelosok Indonesia.
- Pemanfaatan frekuensi baru ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan serta stabilitas koneksi mobile broadband secara nasional.
Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz di tahun 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan pembukaan lelang frekuensi ini menjadi upaya perluasan dari layanan internet 4G dan 5G ke berbagai wilayah Indonesia, terutama pelosok.
"Dengan artian kecepatan internet di pelosok juga kita harapkan bisa membaik dengan waktu tidak lama lagi. Jadi ini sebagai upaya kita untuk pemerataan atau keadilan dari konektivitas hingga ke daerah," kata Meutya saat konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, dikutip Jumat (10/4/2026).
Dalam pengumuman di situs Komdigi, kehadiran pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong akselerasi penggelaran infrastruktur jaringan bergerak seluler dan mendukung pencapaian target kecepatan rata-rata mobile broadband nasional maupun peningkatan cakupan layanan mobile broadband di Indonesia.
Hal ini juga sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Komunikasi dan Digital 2025–2029.
Pita Frekuensi Radio 700 MHz adalah pita frekuensi radio low-band yang disebut juga dengan istilah “digital dividend” karena dihasilkan setelah selesainya migrasi siaran televisi analog (Analog Switch Off/ASO) yang beralih menjadi TV digital.
Frekuensi radio ini memiliki keunggulan pada cakupan sinyal yang sangat luas dan kemampuan menembus hambatan fisik yang solid seperti bangunan sehingga mampu memperbaiki kualitas sinyal seluler yang masih relatif lemah, baik di kondisi outdoor maupun indoor.
"Karakteristik ini menjadikannya tulang punggung utama untuk memperluas jangkauan akses internet mobile broadband ke seluas-luasnya wilayah Indonesia," dikutip dari laman Komdigi.
Sementara itu Pita Frekuensi Radio 2,6 GHz adalah pita frekuensi radio mid-band yang ideal untuk menopang kapasitas saluran dan kecepatan transmisi data skala besar seperti teknologi 5G.
Baca Juga: Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
Pita frekuensi radio ini difokuskan untuk mengakomodasi kepadatan lalu lintas data yang tinggi di wilayah perkotaan serta menghadirkan pengalaman internet seluler berkecepatan tinggi yang lebih stabil.
Untuk mendukung pelaksanaan seleksi ini, Menteri Komunikasi dan Digital telah menetapkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 175 Tahun 2026 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026.
Selanjutnya, proses persiapan dan pelaksanaan seleksi akan dilaksanakan oleh Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026 yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 176 Tahun 2026.
Berita Terkait
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Komdigi Sanksi Google Buntut YouTube Tak Patuh PP Tunas
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten
-
Perkumpulan Developer Game Bertemu Komdigi, Bahas Keresahan Tentang RC di IGRS
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Terpopuler: HP Rp2 Jutaan Baterai Raksasa, Midrange Rasa Flagship Premium Paling Dicari 2026
-
Canon EOS R6 V Resmi di Indonesia, Kamera Full-Frame 7K Open Gate untuk Kreator Konten Modern
-
LG Bawa Tren Housewarming Ala Korea ke Indonesia, Pamer Teknologi AI Rumah Tangga Super Canggih
-
Era Baru Industri Penerbangan Indonesia, Teknologi Cloud dan AI Dipakai Kelola Operasional
-
Honor WIN Turbo Resmi Tebar Ancaman, Baterai 10.000mAh Bisa Main Game 14 Jam Nonstop
-
Epic Games Pamerkan Unreal Engine 6, Grafis Rocket League Makin Ciamik
-
Legion Pertama dengan AMD Strix Halo, Laptop Gaming Lenovo Terbaru Bawa RAM 64 GB
-
7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
-
iQOO Z11 Resmi di Indonesia, HP Baterai 9.020mAh Pertama Pecahkan Rekor MURI
-
Terpopuler: 5 HP Realme RAM 12 GB Paling Murah, Update 15 HP Samsung Terbaru