Tekno / Internet
Jum'at, 10 April 2026 | 15:49 WIB
Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia (kanan) dan Defi Nofitra, Country Manager Indonesia (kiri). [Kaspersky]
Baca 10 detik
  • Kaspersky mendeteksi jutaan serangan siber di Indonesia sepanjang tahun 2025 serta mencatat peningkatan kompleksitas ancaman digital secara signifikan.
  • Bisnis Kaspersky di Indonesia tumbuh positif, terutama pada segmen konsumen yang melonjak sebesar 48 persen secara tahunan.
  • Perusahaan kini mengandalkan Security Operations Center berbasis AI untuk meningkatkan deteksi ancaman serta mempercepat respons terhadap serangan siber.
Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia. [Kaspersky]

Namun, implementasi SOC berbasis AI masih menghadapi tantangan 47 persen kekurangan data berkualitas, 37 persen minim talenta AI, dan 29 persen terbatasnya solusi di pasar.

Tantangan Nyata dan Solusi Keamanan Masa Depan

Menurut Defi Nofitra, perusahaan kini tak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan yang terpisah-pisah.

“SOC terintegrasi dengan intelijen ancaman real-time sangat penting untuk deteksi dini dan respons cepat terhadap serangan siber,” jelasnya.

Sebagai solusi, Kaspersky menghadirkan SOC generasi terbaru berbasis AI yang terintegrasi dengan sistem SIEM (Security Information and Event Management).

Teknologi ini memungkinkan deteksi ancaman lebih akurat, respons insiden lebih cepat, visibilitas penuh terhadap sistem TI, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Lonjakan serangan siber di Indonesia menandai urgensi transformasi sistem keamanan digital. Dengan adopsi SOC berbasis AI, perusahaan kini bergerak menuju pertahanan yang lebih proaktif, cepat, dan cerdas.

Load More