- Kaspersky mendeteksi jutaan serangan siber di Indonesia sepanjang tahun 2025 serta mencatat peningkatan kompleksitas ancaman digital secara signifikan.
- Bisnis Kaspersky di Indonesia tumbuh positif, terutama pada segmen konsumen yang melonjak sebesar 48 persen secara tahunan.
- Perusahaan kini mengandalkan Security Operations Center berbasis AI untuk meningkatkan deteksi ancaman serta mempercepat respons terhadap serangan siber.
Namun, implementasi SOC berbasis AI masih menghadapi tantangan 47 persen kekurangan data berkualitas, 37 persen minim talenta AI, dan 29 persen terbatasnya solusi di pasar.
Tantangan Nyata dan Solusi Keamanan Masa Depan
Menurut Defi Nofitra, perusahaan kini tak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan yang terpisah-pisah.
“SOC terintegrasi dengan intelijen ancaman real-time sangat penting untuk deteksi dini dan respons cepat terhadap serangan siber,” jelasnya.
Sebagai solusi, Kaspersky menghadirkan SOC generasi terbaru berbasis AI yang terintegrasi dengan sistem SIEM (Security Information and Event Management).
Teknologi ini memungkinkan deteksi ancaman lebih akurat, respons insiden lebih cepat, visibilitas penuh terhadap sistem TI, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Lonjakan serangan siber di Indonesia menandai urgensi transformasi sistem keamanan digital. Dengan adopsi SOC berbasis AI, perusahaan kini bergerak menuju pertahanan yang lebih proaktif, cepat, dan cerdas.
Berita Terkait
-
BDx Raih Pinjaman 320 Juta Dolar AS untuk Percepat Pusat Data AI di Asia
-
Ancaman Baru di iPhone! Exploit Coruna Disebut Evolusi Spyware Triangulation, Targetkan iOS Terbaru
-
Lenovo Gandeng Huddly: Ruang Rapat Konvensional Anda Akan Berubah Jadi 'Smart' Berkat Kamera AI
-
LG WashTower 25 Kg Resmi: Mesin Cuci AI Canggih dengan TurboWash dan ThinQ
-
TikTok Perketat Keamanan Anak di Indonesia, Siap Patuhi PP Tunas 2026 dengan Teknologi AI Canggih
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah
-
Ekspansi Baru Pokemon TCG Seri Ledakan Peniada Rilis di Indonesia
-
HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026