Tekno / Internet
Sabtu, 04 April 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi pusat data sebagai infrastruktur digital [Suara.com/Muhammad Yunus]
Baca 10 detik
  • BDx Data Centers memperoleh pinjaman 320 juta dolar AS dari Bank Permata, BCA, dan KB Bank pada April 2026.
  • Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan infrastruktur pusat data AI di Jakarta, Jatiluhur, dan Suryacipta guna mendukung hyperscaler.
  • Investasi ini bertujuan mempercepat adopsi teknologi AI serta meningkatkan efisiensi energi fasilitas pusat data di seluruh kawasan Asia.

Suara.com - BDx Data Centers resmi menutup fasilitas pinjaman senilai 320 juta dolar AS (sekitar Rp5,4 triliun), langkah strategis yang akan mempercepat pembangunan infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di Asia.

Transaksi ini dipimpin oleh Bank Permata, BCA, dan KB Bank, menegaskan kepercayaan tinggi dari mitra keuangan terhadap strategi jangka panjang BDx.

Dana pinjaman akan digunakan untuk memperluas CGK3, kompleks pusat data BDx di kawasan CBD Jakarta, yang telah beroperasi sejak September 2025.

CGK3 didesain untuk mendukung beban kerja AI dengan kebutuhan daya tinggi, menggunakan teknologi liquid cooling yang hemat energi.

CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menekankan pentingnya investasi ini.

“Pendanaan ini merupakan bentuk dukungan yang kuat terhadap visi BDx dan peran kami dalam mendorong pertumbuhan generasi masa depan yang didorong oleh teknologi digital dan AI di Asia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).

Mayank Srivastava, CEO BDx. [BDx]

Menurut Srivastava, fasilitas ini dirancang untuk ‘AI Factories’ yang mendukung beban kerja GPU berkepadatan sangat tinggi, sekaligus memastikan efisiensi energi dan skalabilitas jangka panjang.

Selain CGK3, dana pinjaman juga akan digunakan untuk refinancing dengan persyaratan lebih menguntungkan, serta peningkatan kapasitas jaringan tegangan tinggi di kampus BDx di Jatiluhur (CGK4) dan Suryacipta (CGK5) menjadi 1,2 GVA.

Kampus-kampus ini tengah dikembangkan untuk memenuhi permintaan pelanggan hyperscaler dan AI dari Amerika Serikat serta kawasan regional.

Baca Juga: Lenovo Gandeng Huddly: Ruang Rapat Konvensional Anda Akan Berubah Jadi 'Smart' Berkat Kamera AI

Indonesia sendiri disebut sebagai salah satu pasar digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, sehingga investasi infrastruktur pusat data hemat energi ini dinilai strategis untuk mendukung adopsi AI dan cloud secara luas.

BDx menyampaikan apresiasi atas dukungan Mandated Lead Arrangers, termasuk Bank Permata, BCA, dan KB Bank.

Srivastava mengungkapkan, kepercayaan dan kerja sama mereka menjadi landasan pertumbuhan BDx serta kemampuannya untuk menyediakan fasilitas yang andal, scalable, dan hemat energi seiring dengan percepatan adopsi AI di seluruh kawasan.

Dengan tambahan modal ini, BDx memperkuat posisinya sebagai pemimpin infrastruktur pusat data AI di Asia, sekaligus membangun fondasi bagi inovasi digital masa depan yang lebih cepat dan efisien.

Load More