Tekno / Internet
Sabtu, 11 April 2026 | 15:30 WIB
Pemeriksaan jaringan Lintasarta. [Lintasarta]
Baca 10 detik
  • Lintasarta memperkuat infrastruktur berbasis AI untuk menjaga stabilitas jaringan selama lonjakan trafik digital pada periode Idulfitri 2026.
  • Penerapan teknologi Beyond AI Factory berhasil meningkatkan kecepatan pemulihan jaringan sebesar 60 persen serta menekan gangguan 20 persen.
  • Sistem otomatisasi dan deteksi dini memastikan layanan sektor perbankan hingga transportasi tetap optimal saat terjadi lonjakan trafik tinggi.

Suara.com - Lintasarta memperkuat infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga stabilitas jaringan selama lonjakan trafik Idulfitri 2026.

Hasilnya, perusahaan mencatat peningkatan kecepatan pemulihan jaringan hingga 60 persen serta penurunan gangguan sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran, yang berdampak pada lonjakan signifikan penggunaan layanan data di berbagai sektor.

Selama periode puncak, trafik jaringan meningkat tajam, terutama dari sektor perbankan, transportasi, ritel, hingga layanan publik. Meski demikian, kualitas layanan tetap terjaga berkat penguatan sistem berbasis AI dan kesiapan operasional penuh.

Lintasarta, yang merupakan bagian dari Indosat Ooredoo Hutchison, mengandalkan kapabilitas teknologi yang mereka sebut sebagai Beyond AI Factory untuk memastikan performa jaringan tetap optimal.

AI Percepat Deteksi dan Pemulihan Gangguan

Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. (Freepik)

Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI memungkinkan perusahaan melakukan deteksi dini dan penanganan gangguan secara otomatis.

“Kami tidak hanya melakukan monitoring jaringan, tetapi juga proActive maintenance, mengotomatisasi penanganan, serta meningkatkan kecepatan respons secara end-to-end,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).

Dengan pendekatan ini, gangguan dapat diidentifikasi lebih cepat dan diperbaiki sebelum berdampak luas pada pengguna.

Baca Juga: Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI

Selain percepatan pemulihan, Lintasarta juga mencatat penurunan gangguan jaringan hingga 20 persen. Hal ini didukung oleh peningkatan desain sistem High Availability (HA) dan penguatan titik jaringan (Point of Presence/PoP).

Pendekatan ini memastikan distribusi data tetap stabil meski terjadi lonjakan trafik yang tinggi.

Lintasarta juga mengoptimalkan pengelolaan trafik secara dinamis melalui sistem routing adaptif serta penerapan rencana darurat (contingency plan) di titik-titik kritis jaringan.

“Fokus kami bukan hanya memastikan layanan tetap berjalan, tetapi memastikan pelanggan dan industri dapat terus beroperasi tanpa hambatan di momen paling krusial,” tambah Zulfi.

Strategi ini menjadi bagian dari penguatan fondasi digital melalui integrasi layanan berbasis Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration.

Ke depan, Lintasarta akan terus mengembangkan teknologi berbasis AI untuk mendukung transformasi digital nasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Load More