- Kaspersky mendeteksi jutaan serangan siber di Indonesia sepanjang tahun 2025 serta mencatat peningkatan kompleksitas ancaman digital secara signifikan.
- Bisnis Kaspersky di Indonesia tumbuh positif, terutama pada segmen konsumen yang melonjak sebesar 48 persen secara tahunan.
- Perusahaan kini mengandalkan Security Operations Center berbasis AI untuk meningkatkan deteksi ancaman serta mempercepat respons terhadap serangan siber.
Suara.com - Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, mengungkap lonjakan signifikan ancaman digital di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 14,9 juta serangan berbasis web serta 39,7 juta ancaman pada perangkat berhasil dideteksi dan diblokir.
Tak hanya itu, sekitar 20 persen perusahaan di Indonesia dilaporkan mengalami serangan rantai pasokan (supply chain attack), menandakan meningkatnya kompleksitas ancaman siber di tengah pesatnya transformasi digital.
Di tengah meningkatnya ancaman, Kaspersky juga mencatat pertumbuhan bisnis yang positif. Secara global, penjualan perusahaan mencapai hampir USD 836 juta pada 2025, tumbuh 4 persen secara tahunan (YoY).
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen B2B yang naik hingga 16 persen YoY, seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan akan solusi keamanan berbasis teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI).
Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia, menegaskan bahwa AI kini menjadi fondasi utama keamanan digital modern.
“Kami adalah pelopor dalam mengadopsi pembelajaran mesin dan AI dalam keamanan siber sejak 2004. Solusi kami melindungi semua orang, dari pengguna individu hingga infrastruktur penting negara,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2026).
Indonesia Jadi Pasar Strategis, Segmen Konsumen Melonjak
Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas dengan pertumbuhan bisnis 3 persen YoY. Menariknya, segmen konsumen (B2C) melonjak hingga 48 persen YoY, menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital.
Baca Juga: LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan
Kaspersky juga memperkuat komitmennya dengan menunjuk Defi Nofitra sebagai Country Manager pertama di Indonesia.
“Dengan semakin matangnya ekosistem keamanan siber di Indonesia, kami optimistis pertumbuhan akan semakin kuat ke depan,” kata Adrian.
SOC Berbasis AI Jadi Andalan Hadapi Serangan Siber
Seiring meningkatnya ancaman seperti Advanced Persistent Threat (APT) dan serangan berbasis AI, perusahaan mulai beralih ke pendekatan keamanan proaktif melalui Security Operations Center (SOC).
SOC merupakan pusat operasi yang berfungsi memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman siber secara real-time.
Hasil riset Kaspersky menunjukkan 58 persen perusahaan percaya SOC meningkatkan keamanan, 65 persen berencana mengintegrasikan AI ke SOC, dan 53 persen menyebut deteksi ancaman lebih cepat sebagai alasan Utama.
Berita Terkait
-
BDx Raih Pinjaman 320 Juta Dolar AS untuk Percepat Pusat Data AI di Asia
-
Ancaman Baru di iPhone! Exploit Coruna Disebut Evolusi Spyware Triangulation, Targetkan iOS Terbaru
-
Lenovo Gandeng Huddly: Ruang Rapat Konvensional Anda Akan Berubah Jadi 'Smart' Berkat Kamera AI
-
LG WashTower 25 Kg Resmi: Mesin Cuci AI Canggih dengan TurboWash dan ThinQ
-
TikTok Perketat Keamanan Anak di Indonesia, Siap Patuhi PP Tunas 2026 dengan Teknologi AI Canggih
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya
-
Vivo X Fold 6 Global Kantongi Sertifikasi Ini, Sinyal Kuat Peluncuran Resmi Makin Dekat
-
DJI Osmo Pocket 4P Resmi Dirilis, Kamera Gimbal Saku 1 Inci dengan Dual Lens untuk Konten Sinematik
-
EZVIZ Pamer Ekosistem Smart Home AI, Smart Lock Face Recognition Jadi Sorotan
-
Riset Terbaru: Kecerdasan Buatan Jadi Inovasi Perkantoran Terpenting di Dunia
-
4 HP Samsung yang Ada Kamera 0,5 Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan
-
Daftar HP Samsung yang Bisa AirDrop ke iPhone, Tak Perlu Aplikasi Pihak Ketiga
-
Komdigi Ancam Blokir 22 Platform Digital, Ada Qatar Airways dalam Daftar
-
Ex Flagship, 3 Rekomendasi HP Oppo Spek Premium yang Masih Layak Beli di 2026
-
5 Fitur AI Galaxy A Series yang Memudahkan Aktivitas Harian