Tekno / Internet
Minggu, 12 April 2026 | 15:14 WIB
Ilustrasi Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump [Suara.com/hd]
Baca 10 detik
  • Negosiasi Iran dan AS di Islamabad berakhir buntu tanpa kesepakatan.

  • Penyebab utama kegagalan adalah tuntutan terkait program nuklir Iran.

  • Nama JD Vance dan Donald Trump trending di X setelah hasil negosiasi.

Suara.com - Iran dan Amerika Serikat (AS) resmi melakukan gencatan senjata mulai 8 April 2026 di mana sekarang mereka baru saja bernegoisasi. Sayang, negoisasi Amerika Serikat mengumumkan bahwa negoisasi mencapai jalan buntu pada Minggu (12/04/2026).

Di tengah kabar Iran-AS gagal sepakat saat negoisasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump viral setelah terekam kamera menghadiri pertandingan UFC di Miami.

AS diketahui mengirimkan Wapres JD Vance serta beberapa petinggi untuk bernegoisasi dengan Iran di Pakistan.

Donald Trump sendiri tetap berada di Amerika Serikat. Salah satu video viral memperlihatkan Donald Trump disambut meriah oleh penonton UFC 327 di Miami pada Sabtu (11/04/2026) malam selama penampilan pertamanya di acara olahraga sejak dimulainya perang Iran.

Pantauan melalui Trends24.in, negoisasi Iran-AS yang gagal membuat beberapa pembahasan seperti UFC, Hormuz, JD Vance, Trump, dan Iran trending di X.

Lebih dari sejuta cuitan UFC serta JD Vance bahkan mengalahkan topik Arsenal yang sempat riuh pada Sabtu (11/04/2026).

Jajaran trending global di X pada 12 April 2026. (X)

Arsenal sendiri trending karena kalah 1 vs 2 di kandang melawan Bournemouth. The Gunners kehilangan poin penting saat mereka berada pada jalur perebutan juara Liga Inggris 2025-2026.

Drama 21 Jam di Islamabad Membuat JD Vance Trending

Setelah negosiasi maraton yang menegangkan selama 21 jam di Islamabad, harapan untuk gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran pupus.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengonfirmasi bahwa pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan setelah Iran menolak proposal final dari Washington.

Misi diplomatik tingkat tinggi yang dimediasi oleh Pakistan ini menemui jalan buntu, meninggalkan ketidakpastian besar di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan resmi serta detik-detik petinggi AS meninggalkan Islamabad membuat JD Vance masuk 10 besar trending topik global di X.

"Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan-batasan kami," kata Vance pada 12 April 2026 dikutip dari Guardian.

Akar masalahnya tetap sama: program nuklir Iran. Vance menegaskan bahwa AS mencari komitmen tegas bahwa Iran tidak akan pernah mengejar senjata nuklir, menyebutnya sebagai tujuan utama Presiden Donald Trump.

Selama perundingan, Trump terlibat aktif dan berbicara dengan Vance "sekitar setengah lusin" hingga "dua belas kali", menunjukkan betapa krusialnya negosiasi ini bagi Gedung Putih.

Load More