-
Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan seluruh program nuklir termasuk untuk keperluan medis sipil.
-
Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran berisiko meruntuhkan stabilitas pertumbuhan ekonomi global.
-
Negosiasi nuklir mengalami kebuntuan akibat hilangnya kepercayaan dan perubahan syarat sepihak dari AS.
Suara.com - Kebuntuan diplomatik antara Teheran dan Washington kini memasuki fase krusial yang mengancam arus logistik energi internasional.
Amerika Serikat menuntut penghentian total seluruh aktivitas nuklir Iran, termasuk untuk kebutuhan medis yang bersifat kemanusiaan.
Dikutip dari Al Jazeera, langkah sepihak ini dianggap melampaui kerangka sepuluh poin yang sebelumnya menjadi basis pembicaraan kedua belah pihak.
Kini dunia menghadapi risiko nyata berupa guncangan ekonomi jika ketegangan di wilayah perairan strategis terus meningkat.
Sikap keras kepala dalam negosiasi ini menutup ruang dialog yang sebelumnya sempat terbuka di Jenewa dan Oman.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa ambisi militer tidak pernah menjadi tujuan dari pengembangan teknologi nuklir mereka.
"Orang-orang Iran telah mengatakan sepanjang konflik ini bahwa, selama beberapa tahun terakhir, telah ada dekrit dari pemimpin tertinggi bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir," lapor sumber terkait.
"Ini adalah sesuatu yang hampir mereka sepakati di Jenewa dan di Oman, dan kemudian mereka diserang," lanjut laporan tersebut.
Ketiadaan rasa percaya di antara kedua negara menjadi tembok besar yang menghalangi tercapainya kesepakatan damai permanen.
Baca Juga: Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan
"Ada lautan ketidakpercayaan yang mereka coba bangun jembatannya, dan pernyataan seperti ini serta meninggalkan negosiasi dengan ultimatum tidak akan membantu menjembatani perbedaan tersebut," ungkap laporan itu.
Dinamika Geopolitik dan Kontrol Selat Hormuz
Kini publik menanti transparansi mengenai draf perjanjian yang ditinggalkan oleh utusan Amerika Serikat di meja perundingan.
"Tampaknya Iran harus memberikan tanggapan, dan mungkin harus mempublikasikan apa kesepakatan yang ditinggalkan AS di atas meja ini," sebut pengamat.
Hingga detik ini, belum ada kejelasan mengenai poin-poin mendetail yang ditawarkan oleh pihak Washington kepada Teheran.
Di sisi lain, terdapat kelompok-kelompok tertentu yang justru menginginkan konflik ini terus berlanjut demi kepentingan politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas