-
Iran klaim menang atas Amerika Serikat setelah bertahan selama empat puluh hari peperangan.
-
Sepuluh syarat gencatan senjata Iran resmi diterima sebagai dasar negosiasi di Islamabad.
-
Militer Iran berhasil melumpuhkan belasan pangkalan militer dan menembus sistem pertahanan Israel.
Suara.com - Republik Islam Iran secara resmi mengklaim keunggulan strategis atas Amerika Serikat setelah melewati masa peperangan intensif.
Konflik bersenjata yang berlangsung selama lebih dari empat puluh hari tersebut kini berlanjut ke meja diplomasi.
Dikutip dari Antara, Teheran berhasil mendesak Washington untuk menyetujui sepuluh poin kerangka tuntutan yang menjadi dasar kesepakatan damai.
Pertemuan tingkat tinggi ini dijadwalkan segera terlaksana di Islamabad, Pakistan, sebagai upaya mengakhiri ketegangan regional.
Langkah ini menandai titik balik penting dalam peta kekuatan politik dan militer di kawasan Timur Tengah.
Kemenangan ini dinilai sebagai momentum saat Amerika Serikat terdesak untuk mengakomodasi seluruh persyaratan dari pihak Iran.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa dunia kini melihat posisi tawar Iran yang semakin menguat.
“Iran berhasil memaksakan supaya Amerika menerima 10 persyaratan yang diminta. Iran menunjukkan kepada dunia bahwa AS, dengan terpaksa, menerima syarat-syarat tersebut,” kata Boroujerdi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta.
Baca Juga: Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
Boroujerdi menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk kemenangan bagi dunia Islam atas segala bentuk intimidasi lawan.
Kegagalan Rencana Perang Kilat Sekutu
Strategi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan gagal mencapai target utama mereka sejak awal.
Upaya musuh untuk mengakhiri konflik secara cepat melalui target penghancuran kepemimpinan tertinggi Iran tidak membuahkan hasil.
Iran justru mampu menunjukkan ketahanan luar biasa dengan mengimbangi kekuatan militer lawan hingga memasuki hari ke-40.
Pasukan Teheran bahkan meluncurkan serangan balasan yang diklaim berhasil merusak infrastruktur pertahanan vital milik pihak musuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas