Tekno / Internet
Minggu, 12 April 2026 | 16:24 WIB
Presiden AS Donald Trump menuding NATO sebagai pengecut. [X/Potus]
Baca 10 detik
  • Donald Trump viral setelah menggunakan frasa 'Alhamdulillah' untuk menyindir Iran.

  • Trump mengklaim militer Iran lumpuh dan proses pembersihan Selat Hormuz dimulai.

  • Pernyataan tersebut dikecam CAIR dan tokoh politik karena dinilai politisasi agama.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali viral serta menuai sorotan setelah mengunggah postingan kontroversial pada Sabtu (11/04/2026).

Trump menuliskan kata syukur 'Alhamdulillah' serta mengklaim bahwa proses pembersihan Selat Hormuz dimulai.

Tak hanya itu, Donald Trump juga menyinggung bahwa Iran telah kalah sejak pemimpin utama mereka Ali Khamenei tewas dalam penyerangan AS beberapa waktu lalu.

"Praise be to Allah!" tulis Donald Trump pada akun media sosial resminya di Truth Social.

Postingan viral setelah diunggah ulang ribuan kali dan memperoleh 31 ribu tanda suka.

Unggahan dengan kata 'Praise be to Allah' menuai kritik baik dari kubu Partai Republik Amerika Serikat hingga pengamat internasional.

Sebagai informasi, 'Praise be to Allah' merupakan terjemahan bahasa Inggris dari frasa Arab Alhamdulillah.

Ucapan Donald Trump memancing kontroversi. (Truth Social)

Itu adalah sebuah ungkapan syukur, pujian, dan terima kasih kepada Tuhan dalam Islam.

Ini bukan pertama kalinya Trump memicu kontroversi dengan kalimat serupa.

Baca Juga: 21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

Trump juga berkata 'Praise be to Allah' saat militer AS menyerang jembatan penting di Iran awal April 2026.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) bahkan langsung mengutuk pernyataan Trump serta menilai sebagai tindak pelecehan.

Donald Trump Ucap Alhamdulillah Untuk Sindir Iran

Postingan terbaru pada Sabtu (11/04/2026) merupakan salah satu manuver Trump saat petinggi AS-Iran bernegosiasi.

Tak lama setelah pernyataan Trump, negosiasi AS-Iran mencapai jalan buntu di mana petinggi Amerika Serikat memilih meninggalkan Islamabad pada Minggu (12/04/2026).

Donald Trump menilai bahwa sebagian media saat ini menyebar 'hoaks' bahwa Amerika Serikat kalah.

Load More