-
Donald Trump viral setelah menggunakan frasa 'Alhamdulillah' untuk menyindir Iran.
-
Trump mengklaim militer Iran lumpuh dan proses pembersihan Selat Hormuz dimulai.
-
Pernyataan tersebut dikecam CAIR dan tokoh politik karena dinilai politisasi agama.
Ia mengklaim sebaliknya, Iran kalah dan pertahanan mereka melemah.
"Media Berita Palsu telah kehilangan kredibilitas total, bukan berarti mereka memilikinya sejak awal. Karena Sindrom Gangguan Trump yang masif (kadang-kadang disebut sebagai TDS), mereka senang mengatakan bahwa Iran 'menang' padahal, kenyataannya, semua orang tahu bahwa mereka KALAH, dan KALAH BESAR! Angkatan Laut mereka telah lenyap, Angkatan Udara mereka telah lenyap, peralatan anti-pesawat mereka tidak ada, radar mati, pabrik rudal dan drone mereka sebagian besar telah hancur bersama dengan rudal dan drone itu sendiri dan, yang terpenting, 'pemimpin' mereka yang telah lama berkuasa tidak lagi bersama kita, puji syukur kepada Allah (Alhamdulillah)," tulis Trump pada Sabtu (12/04/2026).
Presiden penuh kontroversi tersebut mengklaim bahwa proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz kini dimulai.
"Satu-satunya yang mereka miliki adalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin menabrak salah satu ranjau laut mereka yang, omong-omong, semua 28 kapal penyebar ranjau mereka juga tergeletak di dasar laut. Kita sekarang memulai proses pembersihan Selat Hormuz sebagai bantuan kepada negara-negara di seluruh dunia, termasuk China, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Jerman, dan masih banyak lagi. Luar biasanya, mereka tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri. Namun, yang sangat menarik, kapal-kapal pengangkut minyak kosong dari banyak negara semuanya menuju ke Amerika Serikat untuk mengisi minyak," pungkas Trump.
Ucapan 'Alhamdulillah' Trump Menuai Kritik
Profesor Brahma Chellaney mengutuk Donald Trump sejak awal April 2026.
"Penggunaan kata-kata kasar ("F**kin' Strait") dan hinaan agresif ("Crazy Bas**rd") oleh Trump dalam unggahan ini, bersamaan dengan sarkasme atau ejekan dalam kalimat penutupnya' Segala puji bagi Allah' dapat dilihat oleh para kritikusnya bukan hanya sebagai kelalaian dalam pengendalian diri dan impulsif, tetapi juga sebagai indikasi penurunan penilaian pada saat perang melawan Iran menyandera ekonomi dunia," kata Brahma Chellaney selaku Profesor Studi Strategis di Pusat Penelitian Kebijakan New Delhi dikutip dari Times of India.
Ia saat itu menyoroti pernyataan Trump setelah AS menyerang jembatan dan pembangkit listrik di Iran.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) secara tegas mengecam retorika Donald Trump yang dinilai sangat berbahaya dan ceroboh, terutama terkait ancaman terhadap infrastruktur sipil serta pelecehan terhadap simbol-simbol agama Islam.
Baca Juga: 21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
CAIR menyoroti bahwa penggunaan frasa keagamaan secara tidak pantas dalam konteks ancaman kekerasan merupakan bentuk penghinaan terhadap umat Muslim sekaligus upaya untuk mempolitisasi keyakinan agama demi tujuan tertentu.
Trump turut dikritik oleh internal partainya sendiri. Mantan anggota DPR dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, menulis di X, menuduh Trump mengkhianati nilai-nilai Kristen.
Ia mengatakan bahwa umat Kristen di pemerintahan seharusnya "mengupayakan perdamaian" daripada "meningkatkan perang" dan berpendapat bahwa ajaran Yesus menekankan pengampunan dan kasih sayang, termasuk terhadap musuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global
-
Mau Beli HP Baru Murah? Cek 8 Toko Online Terpercaya Ini Biar Gak Dapat Barang Palsu!
-
5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang
-
Cara Memilih HP untuk Jangka Panjang, Awet Dipakai Bertahun-Tahun
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman