-
Puncak hujan meteor Lyrid terjadi pada 22 hingga 23 April 2026.
-
Fenomena astronomi dapat disaksikan secara online melalui link live streaming.
-
Anda tidak memerlukan teleskop untuk melihat sisa debu komet Thatcher ini.
Suara.com - Hujan meteor Lyrid bakal menghiasi langit Bumi pada bulan ini. Terdapat link live streaming hujan meteor Lyrid periode April 2026.
Tontonan online memungkinkan kalian untuk mengamati hujan meteor terbaik dengan mata telanjang tanpa teleskop.
Apabila tidak mendung, hujan meteor Lyrid sendiri bisa disaksikan tanpa alat bantu.
Penggunaan alat bantu seperti teleskop justru tidak disarankan karena akan membatasi pandangan luas ke langit.
Pengamatan terbaik dilakukan di lokasi yang gelap, minim polusi cahaya, dan cuaca cerah.
Perlu diketahui, hujan meteor Lyrid berlangsung sepanjang April tepatnya pada tanggal 15 hingga 29.
Meski begitu, pemandangan puncak hujan meteor terjadi pada 22-23 April 2026.
Itu artinya Anda bisa mengamati penampakan banyak meteor pada Rabu (22/4/2026) malam hingga Kamis (23/4/2026) pagi.
Banyak observatorium dan kanal astronomi di seluruh dunia menyediakan siaran langsung berkualitas tinggi.
Baca Juga: Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia
Kamu bisa bergabung dalam perburuan meteor virtual dari lokasi dengan langit tergelap di planet ini, seperti dari Mauna Kea di Hawaii, Gurun Atacama di Chile, dan menonton di dekat danau besar Kanada.
Beberapa siaran bahkan sangat unik, memungkinkanmu untuk "mendengar" meteor saat partikel kecilnya terbakar di atmosfer melalui deteksi radio.
Pengalaman menonton menjadi lebih seru karena banyak siaran langsung menyertakan kolom obrolan, tempat para penggemar langit malam lainnya berbagi penampakan meteor secara real-time. Sebenarnya, apa yang kita lihat bukanlah "bintang jatuh".
Mengutip NHM dan Space, berdasarkan penjelasan ahli meteorit Dr. Ashley King, yang kita saksikan adalah partikel debu kecil seukuran butiran pasir sisa dari komet C/1861 G1 (Thatcher).
Komet tersebut terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Komet ini sendiri punya periode orbit 415 tahun.
Hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati aliran puing-puing kecil yang ditinggalkan oleh komet dan asteroid.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia
-
Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?
-
5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?
-
Link Live Streaming Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Jadwal Blood Moon di 5 Kota Besar
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu
-
Putri Pahlawan Nasional Pimpin WPP PPP, Dewi Arimbi Siap Tempur di Pemilu 2029
-
Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Dunia Peanuts Jadi Nyata! Snoopy Siapkan Pengalaman Seru untuk Keluarga dan Penggemar Animasi
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus