Tekno / Game
Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:35 WIB
Film Resident Evil 2026. (YouTube/ Sony)
Baca 10 detik
  • Film Resident Evil 2026 digarap sutradara Zach Cregger dengan cerita orisinal.
  • Alur cerita berfokus pada peristiwa paralel saat kekacauan di Raccoon City.
  • Film dijadwalkan tayang 18 September dengan elemen survival horror yang kental.

Suara.com - Sony Pictures Entertainment resmi mengunggah trailer 4K mengenai Resident Evil 2026 pada 30 April lalu. Trailer film horor terbaru itu langsung memancing jutaan penonton sekaligus penikmat game RE legendaris.

Film ini tetap terinspirasi dari game ikonis milik Capcom, namun menghadirkan cerita yang sepenuhnya mandiri.

Trailer perdana yang dirilis pun langsung memicu diskusi hangat di kalangan penggemar, terutama soal keterkaitannya dengan semesta yang sudah dikenal luas.

Berbeda dari adaptasi generasi pendahulu, Cregger memilih untuk tidak mengulang kisah karakter seperti Leon S. Kennedy.

Menurut sang sutradara, hal tersebut tidak memberikan nilai tambah.

Bagi saya, rasanya tidak akan ada keuntungan jika saya menceritakan kisah Leon, karena game-game tersebut sudah melakukannya dengan sangat baik,” jelas Cregger.

Film Resident Evil 2026. (YouTube/ Sony)

Sebagai pengganti, film ini menghadirkan kisah orisinal yang berlangsung “di pinggiran” peristiwa Resident Evil 2.

Saat Raccoon City dilanda kekacauan besar, ada cerita horor lain yang terjadi secara paralel di sebuah rumah terpencil bersalju.

Itu memberikan sudut pandang baru yang lebih intim dan mencekam. Mengutip GamesRadar, desain produksi film ini secara sadar meniru estetika game lawas Resident Evil 2.

Baca Juga: Film dan Serial Anime Jepang Ramaikan Annecy Festival 2026, Ini Daftarnya

Desainer produksi Tom Hammock mengungkapkan bahwa timnya berusaha menghadirkan nuansa kota yang serupa.

Mulai dari tekstur bangunan, hujan tanpa henti, hingga lokasi yang mengingatkan pada kantor polisi Raccoon City.

Meski ceritanya baru, elemen gameplay khas tetap dihadirkan. Cregger menekankan progresivitas senjata (dari pistol hingga senapan) serta ketegangan akibat keterbatasan amunisi sebagai bagian penting dari narasi.

Film ini juga dipenuhi Easter Egg dan referensi visual, termasuk item penyembuhan yang diambil dari Resident Evil 4.

Cukup menarik, semua elemen ini disajikan secara halus agar tetap bisa dinikmati penonton umum tanpa harus mengenal gamenya. Pendekatan ini tampaknya mulai meluluhkan penggemar yang awalnya skeptis.

Seorang penonton bahkan berkomentar, “Saya skeptis tentang sutradara yang menambahkan humor dan tidak mengikuti alur cerita. Tapi ini sungguh luar biasa.”

Load More