- AI generatif kini perlahan bergeser dari cloud menuju perangkat edge.
- Pergeseran ini menawarkan latensi rendah dan privasi data yang maksimal.
- Arsitektur hybrid antara cloud dan edge menjadi solusi paling optimal.
Suara.com - Tren kecerdasan buatan (AI) generatif kini mulai mengalami pergeseran arsitektur yang signifikan. Jika sebelumnya komputasi berat AI terpusat pada data center (pusat data) dan komputasi awan (cloud), kini kemampuan tersebut secara bertahap mulai bergerak menuju perangkat edge atau perangkat ujung.
Transisi ini mencakup integrasi AI pada perangkat keras yang beroperasi langsung di lapangan, mulai dari node IoT (Internet of Things) industri, telepon pintar, hingga sistem komputasi otomotif otonom.
Dean Leo, Senior Staff Marketing Manager Edge AI Business Unit Microchip Technology Inc., menyoroti bahwa pergeseran dari pusat data ke edge ini bukanlah sekadar tren sesaat, melainkan solusi atas berbagai kendala teknis.
"Perpindahan ini didorong oleh kebutuhan akan latensi yang lebih rendah, konektivitas yang lebih andal, perlindungan privasi data yang lebih baik, serta pengurangan biaya bandwidth cloud," jelas Dean Leo.
Untuk merealisasikan komputasi AI generatif di perangkat keras yang memiliki keterbatasan daya dan ruang, pendekatan optimasi sangat diperlukan.
Pelaku industri seperti Microchip berfokus pada teknik optimasi seperti kuantisasi dan pemangkasan (pruning) agar model bahasa atau algoritma kompleks dapat berjalan mulus di perangkat berskala kecil.
Hal ini turut didorong oleh penyematan akselerasi berbasis Neural Processing Unit (NPU) pada cip modern.
Meski komputasi edge terus berkembang, keberadaan komputasi cloud tidak serta-merta ditinggalkan. Menurut Dean, AI Cloud dan AI Edge memiliki keunggulan komparatif masing-masing yang sering kali menjadi nilai tukar (trade-off) bagi para pengembang.
AI cloud dengan kapasitas komputasi masif tetap mendominasi untuk kebutuhan pelatihan (training) dan pembaruan model berat.
Baca Juga: Server MCP Microchip, Jembatan Akses Data Produk ke Tools AI dan LLM
Di sisi lain, AI edge mengambil peran dalam eksekusi inferensi lokal yang instan tanpa harus bergantung pada koneksi internet yang stabil.
"Microchip membantu pelanggan menetapkan arsitektur hybrid yang tepat antara edge versus cloud sesuai kebutuhan optimal aplikasi mereka," tambah Dean Leo.
Tuntutan untuk mendistribusikan beban kerja ke perangkat edge juga sejalan dengan proyeksi kondisi pusat data di masa depan. Pada tahun 2026, lanskap data center AI diprediksi akan sangat terbebani oleh tuntutan kinerja dan konsumsi energi yang masif.
Pembangunan fasilitas hyperscaler baru bahkan membutuhkan pasokan listrik hingga hitungan gigawatt serta sistem pendinginan cair (liquid cooling) berkapasitas tinggi.
Dengan mengalihkan sebagian beban inferensi ke perangkat edge, konsumsi daya dan beban server pusat dapat ditekan secara signifikan.
Lebih jauh, adopsi AI di perangkat ujung tidak hanya bergantung pada cip yang mutakhir, melainkan juga ekosistem perangkat lunaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan