Tekno / Gadget
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:27 WIB
Peluncuran Huawei Watch FIT 5 Pro di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Huawei resmi meluncurkan Huawei Watch FIT 5 Basic dan Pro di Indonesia pada 21 Mei 2026 mendatang.
  • Seri Pro menghadirkan fitur inovatif pemantauan risiko diabetes melalui analisis aliran darah mikro di pergelangan tangan.
  • Perangkat ini menawarkan desain premium, dukungan lebih dari 100 mode olahraga, serta ketahanan baterai hingga 10 hari.

Suara.com - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch FIT 5 Series di Indonesia dengan membawa sederet peningkatan pada fitur kesehatan, olahraga, hingga desain premium.

Smartwatch terbaru ini akan mulai tersedia pada 21 Mei 2026 dan hadir dalam dua varian, yakni Huawei Watch FIT 5 Basic dan Huawei Watch FIT 5 Pro.

Kehadiran seri terbaru ini sekaligus mempertegas posisi Huawei di pasar wearable global. 

Mengusung filosofi “FIT” yang terdiri dari Fashion, Innovation, dan Thinness, smartwatch ini dirancang untuk mendukung gaya hidup modern dengan kombinasi desain tipis, fitur kesehatan canggih, serta kemampuan olahraga yang lebih lengkap.

Salah satu daya tarik utama ada pada varian Pro yang membawa fitur Diabetes Risk Study pertama di Indonesia.

Teknologi ini memungkinkan pengguna memantau risiko diabetes melalui analisis perubahan aliran darah mikro dan data kesehatan secara komprehensif langsung dari pergelangan tangan.

CEO of Huawei Device Indonesia, Huiler Fan dalam peluncuran Huawei Watch FIT 5 Pro di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Dythia]

“Huawei Watch FIT 5 Series dirancang untuk menghadirkan pengalaman smartwatch yang lebih lengkap, mulai dari kesehatan preventif, olahraga profesional, hingga produktivitas harian,” kata CEO of Huawei Device Indonesia, Huiler Fan saat peluncuran di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Smartwatch Huawei Ini Bisa Pantau Risiko Diabetes

Huawei Watch FIT 5 Pro menjadi model paling premium di lini terbaru ini. 

Baca Juga: Lawan Berat Redmi dan Honor: Huawei Siapkan HP Baru Baterai 10.000 mAh+

Huawei membekali perangkat tersebut dengan teknologi photoplethysmography (PPG) untuk memantau perubahan aliran darah pada pembuluh mikro.

Pemantauan dilakukan selama 3 hingga 14 hari secara berkelanjutan, baik siang maupun malam. 

Data denyut nadi kemudian dikombinasikan dengan profil pengguna seperti usia, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin untuk menghasilkan analisis risiko diabetes dalam kategori rendah, sedang, atau tinggi.

Pengembangan fitur ini dilakukan bersama sejumlah institusi dan rumah sakit di China dan Dubai guna meningkatkan validasi teknologi.

Selain fitur pemantauan risiko diabetes, smartwatch ini juga dibekali teknologi ECG atau Electrocardiogram bersertifikasi CE untuk membaca aktivitas listrik jantung dengan lebih akurat. 

Ada pula fitur Pulse Wave Arrhythmia Analysis, HRV monitoring, emotional wellbeing tracking, serta advanced sleep tracking untuk memantau kualitas tidur pengguna secara detail.

Load More