Tekno / Gadget
Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:51 WIB
TSMC. [Sam Yeh/AFP]
Baca 10 detik
  • TSMC memprediksi pasar semikonduktor global akan mencapai 1,5 triliun dolar AS pada tahun 2030 akibat tingginya kebutuhan teknologi AI.
  • Sektor kecerdasan buatan dan komputasi berkinerja tinggi diproyeksikan mendominasi 55 persen pangsa pasar chip global dalam beberapa tahun mendatang.
  • TSMC memperluas basis produksi di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman guna memenuhi lonjakan permintaan chip secara masif di dunia.

Suara.com - Industri semikonduktor global diperkirakan akan mengalami lonjakan nilai fantastis dalam beberapa tahun ke depan.

Raksasa manufaktur chip asal Taiwan, TSMC, memprediksi pasar chip dunia bakal menembus angka 1,5 triliun dolar AS atau sekitar Rp24 kuadriliun pada tahun 2030, didorong oleh ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sebelumnya, proyeksi pasar semikonduktor global hanya berada di kisaran 1 triliun dolar AS. Namun, tingginya kebutuhan chip untuk AI dan komputasi berkinerja tinggi membuat prediksi tersebut melonjak drastis.

Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 55 persen dari total pasar chip global nantinya akan berasal dari sektor AI dan high-performance computing (HPC).

Sementara itu, industri smartphone diperkirakan hanya menyumbang sekitar 20 persen, sedangkan sektor otomotif berada di angka 10 persen.

Fenomena pertumbuhan AI bahkan sudah terasa sejak sekarang. TSMC memperkirakan permintaan wafer untuk akselerator AI pada 2026 meningkat hingga 11 kali lipat dibandingkan tahun 2022.

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]

Dalam waktu hanya empat tahun, AI berubah dari teknologi eksperimental menjadi kebutuhan utama berbagai perusahaan teknologi dunia.

Momentum besar ini dimanfaatkan TSMC dengan mempercepat pembangunan fasilitas produksi chip di berbagai negara.

Tidak hanya berfokus di Taiwan, perusahaan kini agresif memperluas operasinya ke Amerika Serikat, Jepang, hingga Jerman.

Baca Juga: iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?

Di Amerika Serikat, TSMC telah membangun fasilitas produksi di Arizona dan sebelumnya menerima hibah sebesar 6,6 miliar dolar AS dari pemerintah AS.

Pabrik pertamanya kini sudah mulai memproduksi chip 4nm dan secara bertahap akan beralih ke teknologi 3nm hingga 2nm di masa depan.

Selain itu, pabrik kedua TSMC di Arizona hampir selesai dibangun dan akan segera menerima mesin produksi chip berteknologi tinggi pada akhir tahun ini.

Perusahaan juga tengah membangun fasilitas ketiga dan merencanakan pembangunan pabrik keempat beserta fasilitas pengemasan chip canggih untuk memenuhi lonjakan permintaan global.

TSMC menyebutkan bahwa produksi di fasilitas Arizona diperkirakan meningkat hingga 1,8 kali lipat tahun ini dengan tingkat kualitas produksi yang disebut setara dengan pabrik mereka di Taiwan.

Tak hanya di AS, TSMC juga memperkuat ekspansi di Jepang dengan memproduksi chip 22nm dan 28nm yang banyak digunakan untuk industri otomotif dan perangkat hemat daya.

Load More