- Menteri Meutya Hafid melaporkan hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judol dalam acara di Medan, Rabu lalu.
- Pemerintah berupaya memblokir situs ilegal serta memperkuat literasi digital untuk mencegah kehancuran ekonomi dan masa depan keluarga.
- Kemkomdigi mengajak kolaborasi lintas sektor dan peran aktif orang tua guna melindungi masyarakat dari bahaya judi daring.
Suara.com - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait maraknya judi online (judol) di Indonesia. Pemerintah mencatat hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi daring, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam acara Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan, Rabu. Ia menilai kondisi ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Indonesia di era digital saat ini.
“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang,” tegas Meutya.
Menurutnya, bahaya judi online kini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang semakin mudah mengakses internet dan media sosial. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjadi garda terdepan dalam edukasi dan perlindungan keluarga dari praktik ilegal tersebut.
Meutya menekankan bahwa pemberantasan judi online tidak cukup hanya melalui pemblokiran situs atau penindakan hukum semata. Pemerintah juga harus memperkuat literasi digital agar masyarakat memahami risiko besar di balik judi daring.
“Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan takedown. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan akibat kecanduan judi online. Banyak keluarga disebut mengalami kehancuran ekonomi hingga konflik rumah tangga karena anggota keluarganya terjerat judi daring.
“Kami mendengar banyak cerita pilu dari masyarakat. Ini bukan hanya soal uang, tapi kehancuran masa depan anak dan ketenangan keluarga. Kita harus hentikan ini bersama,” kata Meutya.
Kementerian Komunikasi dan Digital terus melakukan pemblokiran terhadap ribuan situs dan konten judi online. Namun, Meutya menilai langkah tersebut harus dibarengi kerja sama lintas sektor agar pemberantasan bisa lebih efektif.
Baca Juga: Lolos dari Blokir Pemerintah, Pakar Ungkap Trik Licik Judol Hayam Wuruk
“Kami akan terus memerangi aksesnya. Tapi kalau pelakunya tidak ditindak tegas, situs baru akan terus muncul. Karena itu, kami butuh dukungan penuh dari Polri, PPATK, OJK, perbankan, dan seluruh platform digital,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti semakin agresifnya iklan judi online di media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga YouTube yang dinilai kerap menyasar pengguna internet di Indonesia.
Kemkomdigi disebut telah meminta platform-platform digital tersebut untuk lebih aktif menghapus konten terkait judi online demi melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
“Judi online dilarang di Indonesia. Semua pihak harus punya tanggung jawab moral dan hukum yang sama,” ujar Meutya, dilansir dari laman Antara, Jumat (15/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Meutya juga mengajak tokoh agama, komunitas, hingga keluarga untuk ikut menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran judi online di lingkungan sekitar.
“Terutama para ibu dan seluruh keluarga, jadilah benteng utama di rumah. Lindungi anak-anak kita dari bahaya judi online sejak dini. Tolak judol, jaga keluarga, selamatkan masa depan anak,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus, Brimob Bersenjata Kepung Hayam Wuruk Semalam
-
Perlindungan Anak di Era Digital: PP TUNAS Mulai Disosialisasikan
-
Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia
-
Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital
-
YouTube Blokir Akun Berusia Kurang dari 16 Tahun, Begini Penjelasan Aturan Komdigi
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi
-
Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan