-
Sony hadapi gugatan hukum dari gamer di Amerika Serikat terkait harga PS5.
-
Konsumen menuduh Sony meraup keuntungan ganda dari kebijakan tarif impor lama.
-
Perusahaan teknologi lain seperti Nintendo dan Amazon juga terseret polemik serupa.
Suara.com - Sebelum kebijakan lonjakan karena krisis chip memori, harga PS5 meningkat karena masalah 'Tarif Trump'.
Raksasa teknologi asal Jepang, Sony Interactive Entertainment, kini harus menghadapi tuntutan hukum dari para pelanggan.
Gamer di Amerika Serikat baru saja melayangkan gugatan class action yang menuduh Sony mengambil "keuntungan besar" dari kenaikan harga PlayStation 5 (PS5).
Masalah bermula dari kebijakan tarif impor era pemerintahan Trump yang memicu lonjakan harga perangkat elektronik, namun belakangan kebijakan tersebut dibatalkan oleh hukum.
Gugatan yang diajukan di California awal bulan ini menuntut pengembalian dana bagi siapa pun yang membeli konsol PS5 selama periode kenaikan harga tersebut.
Cukup menarik, konflik hukum berakar pada keputusan Sony menaikkan harga PS5 pada Agustus 2025.
Saat itu, Sony berdalih bahwa langkah tersebut diambil karena "lingkungan ekonomi yang menantang."
Namun, situasi berbalik ketika Mahkamah Agung AS memutuskan dengan suara 6-3 bahwa tarif yang diberlakukan di bawah Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional tidak memiliki dasar wewenang sah.
Keputusan pengadilan tersebut mewajibkan pemerintah federal mengembalikan dana tarif kepada perusahaan yang terdampak. Di sinilah letak masalahnya bagi para konsumen.
Baca Juga: 7 HP Murah dengan Sensor Kamera Sony Terbaik April 2026, Foto Dijamin Ciamik
Gugatan tersebut mengklaim bahwa Sony telah membebankan biaya impor tambahan kepada pelanggan, sementara di sisi lain, mereka juga menerima pengembalian dana dari pemerintah.
Praktik ini dinilai menciptakan "keuntungan ganda" yang merugikan dompet gamer.
Penggugat berpendapat bahwa konsumen membayar harga lebih mahal untuk menutupi biaya yang pada akhirnya justru kembali ke kantong perusahaan.
Mengutip Engadget, Sony tidak sendirian dalam menghadapi badai hukum ini. Nintendo sebelumnya telah menghadapi gugatan serupa pada April, meskipun mereka juga balik menggugat pemerintah AS atas kerugian finansial akibat tarif tersebut.
Nama-nama besar lain seperti Amazon, Nike, dan Adidas pun turut terseret dalam polemik serupa.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa hingga kini belum ada bukti Sony sengaja melakukan pelanggaran hukum.
Tag
Berita Terkait
-
Rayakan Satu Dekade Perjalanan, Headphone Mewah Sony WH-1000X The ColleXion Rilis
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Sony Xperia 1 VIII Segera Debut, Pakai Chip Terkencang Qualcomm dan Fotografi Premium
-
Penerus Kejayaan Patapon, Ratatan Bersiap ke Konsol pada Bulan Depan
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
-
Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru
-
JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports
-
Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium
-
Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z
-
Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi
-
4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo
-
AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial
-
Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya
-
7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam