-
Fortnite resmi kembali ke Apple App Store global setelah dihapus sejak 2020.
-
Epic Games sengaja belum merilis Fortnite di Australia karena masalah regulasi pembayaran.
-
CEO Tim Sweeney menegaskan pertempuran hukum melawan monopoli Apple masih terus berjalan.
Suara.com - Setelah perseteruan panjang yang menghebohkan industri game selama bertahun-tahun, Fortnite kini resmi tersedia kembali di Apple App Store.
Game Fortnite sudah tersedia pada hampir semua negara di seluruh negara, kecuali Australia.
Kembalinya battle royale populer besutan Epic Games ini menandai babak baru dalam dinamika ekosistem aplikasi seluler.
Meski begitu, pertempuran hukum antara Epic Games dan Apple belum sepenuhnya selesai.
Kembalinya Fortnite ke platform iOS merupakan kemenangan simbolis bagi para pemain yang telah merindukan akses langsung sejak game ini dihapus pada 2020.
Namun, kebangkitan ini tidak terjadi di semua wilayah. Australia menjadi pengecualian utama di mana Epic Games memilih untuk tetap menunda peluncurannya.
Epic menyatakan bahwa meskipun mereka memenangkan sebagian kasus di pengadilan Australia, mereka tidak dapat beroperasi di bawah perjanjian pembayaran yang mereka anggap ilegal.
Dalam pernyataan resmi, Epic Games menegaskan posisi mereka terhadap kebijakan Apple yang dianggap monopoli.
“Kami akan terus menentang praktik App Store Apple yang anti-persaingan, yaitu melarang toko aplikasi alternatif dan persaingan dalam pembayaran,” ungkap perwakilan Epic Games.
Baca Juga: Xiaomi Batal Rilis HP Ultra Tipis Pesaing iPhone Air, Ini Alasan Mengejutkannya
Mereka menambahkan, “Kita telah melihat momentum di seluruh dunia untuk mengatasi praktik-praktik ini, dengan regulator yang mengesahkan undang-undang di Jepang, Uni Eropa, dan Inggris Raya – tetapi berulang kali Apple menghindari hukum dengan layar peringatan, biaya, dan persyaratan yang memberatkan. Sudah saatnya regulator benar-benar menegakkan hukum sehingga pengembang dan konsumen di seluruh dunia dapat memperoleh manfaat dari ekosistem aplikasi seluler yang terbuka dan adil.”
Mengutip GameIndustry.biz, perselisihan ini awalnya dipicu oleh potongan komisi 30 persen yang ditarik Apple untuk setiap transaksi dalam aplikasi.
CEO Epic Games, Tim Sweeney, menyebut fase tersebut sebagai "pertempuran terakhir" untuk memenangkan kebebasan bagi pengembang dan konsumen.
"Fortnite kembali hadir di Apple App Store saat kita memasuki pertempuran terakhir Epic melawan Apple di pengadilan. Selama bertahun-tahun, Apple telah memecah-mecah fitur dan biaya iOS berdasarkan wilayah, mengambil posisi negosiasi regulasi secara rahasia, dan sengaja menunda penegakan keadilan," ungkap Sweeney.
Di tengah kembalinya game, tantangan operasional tetap membayangi. Epic baru-baru ini menaikkan harga V-Bucks karena biaya operasional yang meningkat pesat.
Meski begitu, dengan pendapatan kotor mencapai miliaran dolar (puluhan triliun rupiah) tahun lalu, langkah kembali ke iOS diharapkan mampu mendongkrak kembali angka keterlibatan pemain yang sempat menurun.
Berita Terkait
-
Game Anyar World of Tanks HEAT Segera Debut, Ada 15 Kendaraan Kustom
-
5 Tempat Menarik di Forza Horizon 6, Lengkap dengan Tips dan Lokasi Petanya
-
Spesifikasi Outward 2: Game RPG Terbaru Bermisi Menarik, Ramah PC Kentang
-
Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung