Tekno / Internet
Rabu, 03 Juni 2026 | 14:55 WIB
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. [Hiskia/Suarajogja]
Baca 10 detik
  • Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN. 

  • Dadan Hindayana terlibat lima momen viral dan kontroversial selama memimpin. 

  • Kejagung saat ini menjemput dan memeriksa Dadan Hindayana.

2. Bantah Klaim Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp67 triliun, dari proyeksi awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk tahun berjalan.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut merupakan arahan dari Prabowo. Beberapa ekonom dan analis menilai bahwa penghematan uang di tengah ketatnya pendapatan negara merupakan sentimen positif.

Pada 25 Mei lalu, Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi terkait kabar pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.

BGN menegaskan bahwa anggaran resmi program tersebut sejak awal memang ditetapkan sebesar Rp268 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, bukan dipotong dari Rp335 triliun seperti yang ramai diberitakan.

“Informasi tersebut dipastikan tidak benar, sebab anggaran resmi BGN tahun 2026 yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 sejak awal adalah sebesar Rp268 triliun,” tulis BGN.

Dadan yang nampak 'tak sejalan' dengan Purbaya viral di media sosial. Kebijakan dua eksekutif negara yang cukup berbeda sempat membingungkan investor pada akhir Mei lalu.

3. Pengadaan Sepeda Motor Listrik

BGN di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana merancang pengadaan sepeda motor listrik dalam jumlah sangat masif, yakni mencapai 25 ribu unit untuk menunjang operasional kepala SPPG di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Misteri Pencopotan Dadan Hindayana: Benarkah Wacana Makan Gratis di Arab Saudi Jadi Pemicunya?

Kebijakan tersebut membutuhkan anggaran triliunan rupiah pada 2025 lalu. Keputusan Dadan memicu benturan regulasi tingkat tinggi ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan bahwa kementeriannya "kecolongan" dalam meloloskan anggaran pengadaan motor listrik tersebut.

Purbaya menegaskan bahwa ia telah menolak usulan pengadaan kendaraan operasional bagi BGN sejak tahun sebelumnya.

4. Klaim Susu Dua Liter Per Hari sebagai Solusi Tinggi Badan

Pada Mei 2025 lalu, Dadan Hindayana memicu perdebatan publik setelah mengklaim bahwa konsumsi susu sebanyak 2 liter per hari merupakan kunci utama pertumbuhan fisik optimal anak-anaknya.

Ia menceritakan bahwa kedua putranya berhasil tumbuh tinggi karena diwajibkan sang ibu untuk mengonsumsi susu setiap hari sejak masa kecil hingga kelas 2 SMA.

Pernyataan Dadan lantas viral di media sosial. Komunitas medis menjelaskan bahwa takaran 2 liter merupakan kebutuhan harian untuk konsumsi air putih, bukan susu.

5. Dadan Dijemput Kejagung, Dugaan Praktik Jual Beli Izin SPPG Beredar

Momen paling krusial yang mengakhiri karier Dadan Hindayana di BGN adalah meletusnya kasus dugaan praktik transaksional atau jual beli izin titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG kepada pihak ketiga.

Belum diketahui siapa tersangkanya, namun sejumlah petinggi BGN mengalami perombakan.

Aksi penggeledahan dini hari oleh Kejagung dilakukan setelah Prabowo melakukan perombakan besar-besaran di tubuh BGN.

Penjemputan Dadan dan pengejaran dua petinggi BGN itu seiring penggeledahan Kejagung di kantor BGN, kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu pagi.

Load More