Tekno / Internet
Rabu, 17 Juni 2026 | 17:13 WIB
Ilustrasi SpaceX dan Elon Musk. (SpaceX, U.S. Department of Defense/ Trevor)
Baca 10 detik
  • Kekayaan Elon Musk mencetak sejarah baru dunia dengan menembus 1 triliun dolar AS.

  • Keberhasilan IPO SpaceX menjadi pendorong utama lonjakan kekayaan Elon Musk secara signifikan.

  • Nilai kekayaan Elon Musk tersebut sempat menyaingi total kapitalisasi pasar aset Bitcoin.

Larry Page di tempat kedua 'hanya' mempunyai harta 257 miliar dolar AS (Rp 4.569 triliun), terpaut ratusan miliar dolar dari Elon Musk.

Elon Musk mengunjungi Akademi Angkatan Udara AS di Colorado, 2002. (U.S. Department of Defense, Trevor)

Kekayaan Elon Musk Meroket

Saham SpaceX meroket hampir 50 persen dari harga IPO, mendorong valuasi perusahaan mendekati angka 3 triliun dolar AS.

Fenomena ini membuat Musk bukan sekadar orang terkaya, melainkan entitas ekonomi yang kekayaannya kini melampaui gabungan harta lima taipan teknologi dunia, termasuk Jeff Bezos dan Larry Page.

Dominasi Musk tidak hanya berasal dari roket. Mengutip Investopedia dan Crypto News, kepemilikan 11 persen saham di Tesla tetap menjadi pilar utama meski perusahaan sedang bertransformasi fokus pada AI fisik dan robot humanoid.

Selain itu, investasi di Neuralink yang bernilai 3,42 miliar dolar AS serta proyek The Boring Company semakin memperkokoh posisinya.

Analis kripto seperti Scott Melker bahkan mengungkap bila kekayaan Elon Musk dapat memperkuat BTC.

"Jalan tercepat menuju Bitcoin senilai 1 juta dolar AS adalah dengan meyakinkan Elon Musk untuk menginvestasikan 10 persen dari kekayaan bersihnya ke dalam BTC," tulis Melker.

Namun, di balik angka fantastis ini, kontroversi terus membayangi. Lonjakan harta Musk memicu debat panas mengenai pajak kekayaan di Amerika Serikat.

Baca Juga: Liverpool Protes ke Elon Musk Gegara Grok Unggah Tweet Hinaan tentang Tragedi Hillsborough

"Sistem kita dimanipulasi sedemikian rupa sehingga satu orang menjadi triliuner sementara jutaan warga Amerika tidak mampu berobat ke dokter. Kekayaan disalurkan kepada orang kaya sementara yang lain hidup susah," kritik Senator Elizabeth Warren.

Di sisi lain, pendukung Musk seperti Anatoly Yakovenko berargumen bahwa memaksa Musk menjual saham untuk membayar pajak justru akan menghambat inovasi dan penyerapan tenaga kerja di sektor teknologi tinggi.

Load More