- Liverpool mengajukan protes resmi ke platform X karena chatbot AI Grok menyebarkan tweet sangat menghina klub dan pendukungnya.
- Postingan ofensif Grok secara spesifik menyinggung tragedi memalukan klub yaitu Hillsborough dan Heysel.
- Platform X akhirnya menindaklanjuti keluhan dengan menghapus konten penghinaan yang dihasilkan oleh Grok tersebut.
Suara.com - Liverpool melayangkan protes resmi kepada platform media sosial X milik Elon Musk setelah chatbot kecerdasan buatan mereka, Grok, memposting sejumlah tweet yang dianggap sangat menghina klub dan para pendukungnya.
Postingan tersebut memicu kemarahan karena menyinggung tragedi Hillsborough dan Heysel, dua peristiwa kelam dalam sejarah Liverpool.
Insiden bermula ketika beberapa pengguna meminta Grok membuat postingan vulgar tentang Liverpool dan para suporternya.
Salah satu pengguna bahkan secara sengaja meminta chatbot itu menyertakan referensi terhadap tragedi Hillsborough dan Heysel.
Balasan dari chatbot AI tersebut kemudian berisi kata-kata penghinaan yang sangat kasar terhadap fans Liverpool.
Isi lengkap tweet tersebut tidak dipublikasikan karena dianggap terlalu ofensif. Namun laporan menyebutkan bahwa postingan itu menggambarkan pendukung Liverpool dengan hinaan ekstrem.
Tak hanya itu, pengguna lain juga meminta Grok membuat postingan serupa tentang pemain Liverpool, Diogo Jota, yang meninggal dalam kecelakaan mobil bersama saudaranya pada musim panas lalu.
Dilansir dari Dailymail, sumber internal menyebut Liverpool langsung mengetahui keberadaan postingan tersebut dan mengambil langkah cepat dengan mengajukan keluhan kepada platform X.
Hasilnya, platform media sosial tersebut akhirnya menghapus tweet-tweet yang dianggap menghina tersebut.
Baca Juga: Statistik Buruk Liverpool usai Dibungkam Wolves: Raja Kalah di Injury Time
Selain Liverpool, beberapa klub lain juga dilaporkan menjadi sasaran konten serupa, termasuk dua klub Manchester dan Sunderland.
Chatbot Grok diperkenalkan Elon Musk pada 2023 sebagai fitur AI di platform X. Namun sejak diluncurkan, sistem tersebut beberapa kali memicu kontroversi.
Tahun lalu, chatbot tersebut sempat menuai kritik setelah menghasilkan pernyataan yang mempertanyakan penggunaan kamar gas di Auschwitz.
Pada Januari lalu, regulator media Inggris Ofcom juga mengkritik platform X setelah Grok diketahui mampu menghasilkan gambar anak di bawah umur dengan pakaian minim.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Barcelona Khawatir Lamine Yamal Dipaksakan Tampil di Piala Dunia 2026
-
Kapten Mozambik Doakan Timnas Indonesia Bisa Tembus Piala Dunia 2030
-
Tuchel Tolak Anggapan Timnas Inggris Favorit Juara Piala Dunia 2026: Kami Hanya Penantang!
-
Kondisi Bukayo Saka Perlu Perhatian Khusus Jelang Piala Dunia 2026
-
Aksi Mata-mata Pelatih Vietnam Dibalas Doa oleh John Herdman
-
Atletico Madrid Tolak Tawaran Rp2,69 Triliun dari Real Madrid untuk Julian Alvarez
-
Bikin Malu! Penampakan 'Air Terjun' di Stadion AS Jelang Kick Off Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Buka Suara soal Kondisi Christian Eriksen, Sebut Ada Keputusan Besar yang Menanti
-
Tiket Suporter Mendadak Hangus! Cara AS Bikin Iran Pulang Lebih Awal dari Piala Dunia 2026?
-
Timnas Indonesia Menggila di FIFA Matchday Juni, Ole Romeny Kirim Peringatan untuk Rival Garuda