- Komunitas OpenClaw sukses gelar diskusi untuk akselerasi adopsi Agentic AI.
- Pemanfaatan Agentic AI kini mulai memasuki tahap implementasi operasional industri.
- Kolaborasi ekosistem mempercepat pengembangan teknologi Agentic AI di wilayah Jakarta.
Suara.com - Komunitas OpenClaw Indonesia sukses menyelenggarakan OpenClaw Meetup Jakarta #4 untuk mempercepat adopsi teknologi Agentic AI di tanah air.
Acara yang berlangsung di Lintasarta, Jakarta pada 23 Juni 2026 ini berhasil menarik perhatian dan antusiasme tinggi dari lebih dari 500 pendaftar.
Tingginya minat para peserta menunjukkan bahwa perkembangan sistem kecerdasan buatan di Indonesia kini tidak lagi berada pada tahap eksperimen semata.
Banyak pelaku industri yang mulai bergerak menuju tahap implementasi nyata demi meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional bisnis.
Komunitas OpenClaw sendiri saat ini telah berkembang pesat menjadi wadah kolaborasi strategis bagi para praktisi, pengembang, hingga pemimpin teknologi.
Ruang ini dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman berharga dalam membangun serta mengoperasikan AI Agents di lingkungan kerja.
Berbagai topik mendalam dibahas secara komprehensif selama pertemuan berlangsung, mulai dari otomatisasi kecerdasan buatan hingga sistem multi-agen.
Diskusi ini secara khusus berfokus pada bagaimana implementasi teknologi mutakhir tersebut dapat menjawab berbagai tantangan riil di berbagai sektor industri.
Momentum pertumbuhan ekosistem ini juga berjalan selaras dengan hasil proyeksi global yang dirilis oleh lembaga riset teknologi terkemuka, Gartner.
Mereka memperkirakan bahwa sekitar 33 persen aplikasi perangkat lunak perusahaan akan mulai mengadopsi teknologi Agentic AI pada tahun 2028.
Lonjakan tersebut terhitung sangat masif mengingat porsi adopsinya masih berada di bawah angka satu persen pada tahun 2024 lalu.
Selain itu, sekitar 15 persen dari total keputusan operasional harian perusahaan diproyeksikan akan mampu dijalankan secara otonom oleh AI Agents.
Mengingat besarnya potensi pergeseran teknologi tersebut, Chief Cloud Officer Lintasarta, Gidion Suranta Barus, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung yang mumpuni.
Adopsi kecerdasan buatan skala besar memerlukan fondasi digital yang kuat untuk menjamin keamanan serta kedaulatan data perusahaan.
"Agentic AI menjadi salah satu evolusi paling penting dalam perjalanan transformasi digital. Namun keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan oleh kesiapan fondasi digital yang menopangnya," ujar Gidion dalam pemaparannya.
Berita Terkait
-
Autonomous AI Mulai Ambil Alih Operasional Perusahaan, Tata Kelola dan Keamanan Data Jadi Kunci
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI
-
Dari Cloud hingga AI, Lintasarta Siapkan Fondasi Digital Baru untuk Bisnis Indonesia
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!