- PT Lintasarta berkomitmen melanjutkan investasi teknologi kecerdasan buatan di Indonesia meskipun nilai tukar Rupiah sedang melemah.
- Perusahaan akan melakukan investasi secara hati-hati berdasarkan kebutuhan pelanggan, kondisi industri, serta regulasi yang berlaku saat ini.
- Lintasarta meluncurkan layanan Intelligent Core untuk mengintegrasikan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan AI bagi para pelanggan korporasi.
Suara.com - PT Lintasarta mengaku bakal terus melakukan investasi di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia meskipun nilai tukar Rupiah melemah ke Dolar AS beberapa waktu belakangan.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan bercerita kalau pihaknya sudah melakukan investasi berupa GPU Nvidia sejak 2025 lalu, yang mana komponen ini juga menjadi tantangan di industri AI.
Namun untuk selanjutnya, Armand mengakui kalau Lintasarta tidak akan langsung investasi besar tanpa perhitungan matang. Sebab mereka hanya akan menyediakan layanan yang dibutuhkan pengguna.
"Jadi dengan investasi yang sudah dilakukan di 2025, dan kita juga masih punya kapasitas yang kita bisa offer ke pelanggan, kita juga tetap aktif melakukan sharing infrastructure kalau ada yang membutuhkan," katanya dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Ia menilai fenomena rupiah lemah belum tentu membuat pelanggan Lintasarta menghentikan belanja teknologi untuk kebutuhan bisnis. Tapi tak menutup kemungkinan bahwa mereka perlu menyesuaikan cakupan proyek bisnis.
Armand lalu memastikan investasi berbasis teknologi AI tetap dilanjutkan sesuai kebutuhan pelanggan, industri, maupun regulasi.
"Investasinya akan kita lakukan dengan hati-hati dan berhubungan dengan kebutuhan pelanggan, kebutuhan industri, dan juga kebutuhan regulasi," jelas Armand.
Demi memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia, Lintasarta memperkenalkan layanan Intelligent Core. Ini adalah strategic foundation yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (yang biasa disebut 4C capability) dalam satu end-to-end digital solution yang dapat secara signifikan meningkatkan Customer Experience (CX).
Armand menyebut, fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui one end-to-end solution unifying the 4Cs, serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital bagi pelanggan (CX) yang terintegrasi, andal, dan efisien.
Baca Juga: Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu Solusi Digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ungkapnya.
Lintasarta menghadirkan berbagai solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri meliputi Secure Banking Stack untuk sektor keuangan, Sovereign Government Stack untuk sektor pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail untuk sektor ritel.
Setiap solusi dirancang untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital dan AI, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keandalan dan keamanan, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan.
Adapun saat ini Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan 74.196 jaringan di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, basis yang menjadikan integrasi 4C dalam satu arsitektur digital sebagai keunggulan nyata, bukan sekadar konsep.
Berita Terkait
-
Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Rupiah Jeblok, Netizen Desak Tunda Makan Gratis dan Proyek Mercusuar
-
Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
-
Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!