- BSSN mencatat 5,16 miliar anomali trafik siber selama 2025 yang mengancam operasional bisnis serta reputasi organisasi di Indonesia.
- ITSEC Asia dan ADIGSI menggelar simulasi krisis siber bagi pemimpin organisasi di Makassar untuk memperkuat kemampuan pengambilan keputusan strategis.
- Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan siber melalui pemetaan risiko serta perangkat praktis agar organisasi siap menghadapi serangan digital nyata.
Selain simulasi, peserta juga mendapatkan tiga perangkat yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja, yakni Security Flow untuk memetakan risiko keamanan, Security Design Concept sebagai panduan merancang sistem keamanan digital, serta Security Skills Assessment & Recognition guna mengukur peningkatan kompetensi dalam menghadapi insiden siber.
BSSN: Ketahanan Siber Jadi Fondasi Ekonomi Digital
Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menegaskan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan transformasi digital Indonesia.
"Pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai risiko siber. Upaya ini membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar ruang digital Indonesia dapat tumbuh secara sehat, aman, dan terpercaya," ujar Slamet.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas menjadi kunci membangun ekosistem digital yang tangguh menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
ADIGSI Dorong Kesadaran Jadi Aksi Nyata
Sementara itu, Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, mengatakan banyak organisasi kini telah memahami pentingnya keamanan siber. Namun, tantangan terbesar adalah mengubah kesadaran tersebut menjadi langkah nyata di tingkat operasional.
"Banyak organisasi sudah menyadari pentingnya keamanan siber, namun tantangan berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan kesadaran tersebut menjadi tindakan nyata. Melalui GNKS, kami ingin menghadirkan forum yang praktis sehingga para peserta dapat saling belajar dan membawa hasil yang bisa diterapkan di organisasi masing-masing," katanya.
Firlie menambahkan, Makassar dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem digital.
Baca Juga: 182 Serangan Siber per Detik Menghantam Indonesia, ITSEC Asia Soroti Ancaman Digital
Roadshow Ketahanan Siber Berlanjut ke Sejumlah Kota
Gerakan Nasional Ketahanan Siber merupakan inisiatif ITSEC Asia bersama ADIGSI yang berlangsung sepanjang 2026 untuk meningkatkan kesiapan organisasi menghadapi ancaman siber di berbagai sektor.
Setelah diselenggarakan di Banten dan Makassar, roadshow akan berlanjut ke Pontianak, Bali, Yogyakarta, dan Medan, dengan harapan semakin banyak organisasi yang memiliki kemampuan menghadapi krisis keamanan digital.
"Kami berharap semakin banyak organisasi yang terlibat dalam gerakan ini. Ketahanan siber pada akhirnya merupakan kepentingan bersama yang akan mendukung tingkat kepercayaan terhadap ekonomi digital Indonesia," tutup Patrick dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026).
Berita Terkait
-
Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Kini Beralih ke Pencurian Data Login
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
ManageEngine Rilis Sistem Keamanan AI Terbaru, Ancaman Siber Bisa Dihentikan Otomatis!
-
40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
4 Trik Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar Tanpa Bantuan Tukang Servis
-
Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan
-
Akhirnya Rilis! Vivo X Fold 6 Bawa Baterai 7.000 mAh dan Kamera Zeiss 200 MP
-
XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G
-
3 HP POCO X Series yang Desain Kameranya Mirip iPhone 17, Harga Mulai Rp5 Jutaan
-
Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru
-
Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G, Peningkatan Apa yang Ditawarkan?
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen