Tekno / Gadget
Senin, 29 Juni 2026 | 09:40 WIB
iPhone 17 Pro. [Apple]
Baca 10 detik
  • Apple diperkirakan akan menaikkan harga iPhone 18 Pro dan ponsel lipat barunya pada September 2026 mendatang.
  • Lonjakan harga komponen memori DRAM dan NAND Flash untuk kebutuhan teknologi AI menjadi penyebab utama kenaikan tersebut.
  • CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa krisis pasokan komponen memori ini memaksa perusahaan meninjau kembali strategi harganya.

Suara.com - Harga hp flagship diperkirakan kembali mengalami kenaikan pada 2026 seiring melonjaknya biaya komponen, terutama chip memori yang kini semakin banyak diserap industri kecerdasan buatan (AI).

Kondisi tersebut diprediksi ikut berdampak pada generasi terbaru iPhone, termasuk iPhone 18 Pro dan ponsel lipat pertama Apple yang disebut-sebut sedang dipersiapkan.

Sejumlah pembocor informasi dari China mengindikasikan Apple akan menaikkan harga jajaran iPhone 18 Pro dan iPhone Fold saat diluncurkan pada September 2026.

Laporan tersebut juga sejalan dengan analisis rantai pasok serta pernyataan CEO Apple, Tim Cook, mengenai lonjakan biaya komponen.

Menurut laporan Gizchina, Senin (29/6/2026), tiga sumber berbeda di platform Weibo memprediksi kenaikan harga perangkat premium Apple dengan besaran yang bervariasi, namun memiliki arah yang sama, yakni lebih mahal dibanding generasi sebelumnya.

Pembocor Digital Chat Station memperkirakan harga awal iPhone 18 Pro di China akan naik dari sekitar 8.999 yuan (Rp23,59 juta) menjadi 9.999 yuan (Rp26,22 juta), atau meningkat sekitar 11 persen.

Jika pola harga Apple di pasar global tetap dipertahankan, harga awal perangkat tersebut diperkirakan berada di kisaran 1.220 dolar AS (Rp21,76 juta).

Sementara itu, Instant Digital memperkirakan iPhone 18 Pro Max 256GB akan dibanderol antara 10.999 yuan (Rp28,86 juta) hingga 11.499 yuan (Rp30,17 juta), setara dengan kisaran 1.300–1.400 dolar AS (Rp23,18 juta - Rp24,96 juta) di Amerika Serikat.

Rumor yang lebih berani datang dari Fixed Focus Digital, yang menyebut ponsel lipat pertama Apple berpotensi dijual 10–20 persen lebih mahal dari perkiraan awal, menjadikannya salah satu perangkat premium termahal yang pernah dirilis perusahaan.

Baca Juga: Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak

Biaya Chip Memori AI Jadi Penyebab Utama

Kenaikan harga tersebut diyakini dipicu melonjaknya biaya komponen memori yang digunakan pada smartphone premium.

Berdasarkan riset TechInsights, biaya DRAM 12GB yang digunakan pada iPhone 18 Pro diperkirakan melonjak dari sekitar 39 dolar AS (Rp695.331) menjadi 145 dolar AS (Rp2,59 juta).

Di sisi lain, harga penyimpanan NAND Flash 256GB juga diprediksi naik dari sekitar 13 dolar AS (Rp231.671) menjadi 51 dolar AS (Rp908.863,35).

Lonjakan tersebut berarti harga DRAM meningkat sekitar 272 persen, sedangkan biaya NAND melonjak hingga 292 persen.

TechInsights memperkirakan Apple perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro sekitar 270 dolar AS (Rp4,82 juta) hanya untuk mempertahankan margin keuntungan yang selama ini diterapkan.

Load More