Tekno / Gadget
Senin, 29 Juni 2026 | 09:40 WIB
iPhone 17 Pro. [Apple]
Baca 10 detik
  • Apple diperkirakan akan menaikkan harga iPhone 18 Pro dan ponsel lipat barunya pada September 2026 mendatang.
  • Lonjakan harga komponen memori DRAM dan NAND Flash untuk kebutuhan teknologi AI menjadi penyebab utama kenaikan tersebut.
  • CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa krisis pasokan komponen memori ini memaksa perusahaan meninjau kembali strategi harganya.

Fenomena ini dipicu meningkatnya permintaan chip memori untuk pusat data AI. Produsen seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology kini lebih memprioritaskan produksi memori untuk server AI karena menawarkan keuntungan yang lebih besar dibanding komponen perangkat konsumen.

CEO Apple Tim Cook. (Suara.com/Novian)

Tim Cook: Situasinya Seperti "Banjir Seratus Tahun"

CEO Apple, Tim Cook, mengakui kondisi pasokan memori saat ini merupakan tantangan yang belum pernah dialami perusahaan selama puluhan tahun.

"Saya belum pernah melihat hal seperti ini di area mana pun selama lebih dari 40 tahun," kata Cook kepada The Wall Street Journal.

Ia menggambarkan krisis pasokan chip memori sebagai "banjir seratus tahun" dan mengakui Apple selama ini berusaha melindungi konsumen dari kenaikan harga.

"Kami telah mencoba melindungi pelanggan dari kenaikan harga, tetapi pendekatan itu telah menjadi tidak berkelanjutan," ujarnya.

Meski demikian, Cook belum mengonfirmasi produk mana yang akan mengalami kenaikan harga maupun besaran penyesuaiannya.

Masih Ada Peluang Harga Tidak Naik Drastis

Di sisi lain, tidak semua analis memperkirakan lonjakan harga iPhone akan sebesar rumor yang beredar.

Baca Juga: Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak

Analis J.P. Morgan memperkirakan biaya memori iPhone memang meningkat, tetapi Apple masih memiliki ruang untuk menekan biaya produksi melalui efisiensi di komponen lain, termasuk penggunaan modem buatan sendiri.

Menurut proyeksi tersebut, kenaikan harga iPhone kemungkinan hanya sekitar 50 dolar AS (Rp891.195), bukan mencapai 200 dolar AS (Rp3,56 juta) hingga 300 dolar AS (Rp5,35 juta) seperti yang diperkirakan sebagian analis.

Logo Apple. [Unsplash]

Selain itu, biaya komponen non-memori diperkirakan justru mengalami penurunan pada 2026, sehingga dapat membantu mengimbangi kenaikan harga chip memori.

Meski berbagai prediksi mulai bermunculan, besaran harga resmi iPhone 18 Pro dan iPhone Fold baru akan diketahui saat Apple mengumumkan jajaran iPhone terbaru pada September 2026.

Jika rumor ini terbukti benar, generasi terbaru iPhone berpotensi menjadi salah satu seri dengan kenaikan harga terbesar dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh tingginya biaya komponen di era AI.

Load More