- Team Garmin meraih 19 podium dan empat tiket kualifikasi kejuaraan dunia dalam ajang Hybrid Race Jakarta 2026.
- Keberhasilan atlet didorong oleh kombinasi latihan intensif serta pemanfaatan data teknologi wearable untuk memantau kondisi tubuh.
- Garmin Indonesia berkomitmen mengembangkan ekosistem hybrid racing melalui program pembinaan atlet dan kolaborasi dengan berbagai komunitas olahraga.
Suara.com - Di tengah semakin berkembangnya olahraga hybrid racing, latihan keras saja kini dinilai tidak lagi cukup untuk menghasilkan performa terbaik.
Atlet modern mulai mengandalkan analisis data, pemantauan kondisi tubuh secara real-time, hingga strategi latihan yang lebih presisi agar mampu bersaing di level tertinggi.
Tren tersebut terlihat dalam ajang Hybrid Race Jakarta 2026, ketika Team Garmin sukses mencatatkan prestasi dengan meraih 19 podium, sekaligus mengamankan empat tiket World Championship Qualifiers dalam kompetisi yang digelar pada 27–28 Juni 2026 di NICE, Jakarta.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi bukti performa atlet, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi wearable dan latihan berbasis data mulai memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing atlet hybrid racing.
Garmin Indonesia menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil strategi pembinaan yang menggabungkan perekrutan atlet elite ke dalam Team Garmin, kolaborasi dengan Hystoric Elite Hybrid Race & Community, serta pengembangan talenta melalui program Built For Podium bersama Recharge Functional Training.
Selama dua hari perlombaan, Team Garmin tampil di berbagai kategori, mulai dari Women Pro, Men Pro, Doubles Pro, hingga kategori Open dan Relay. Dari total 19 podium yang diraih, delapan di antaranya merupakan posisi juara pertama.
Sejumlah atlet yang menyumbang prestasi antara lain Gladys Fabiola dengan tiga podium, Carla Piscoso yang juga meraih tiga podium, Chris Erlando, Matisse Manin, Johnny Tieu, hingga beberapa atlet lainnya yang sukses naik podium di berbagai kelas kompetisi.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pendekatan latihan yang konsisten dan berbasis data mampu memberikan dampak nyata terhadap performa atlet, baik pada nomor individu maupun beregu.
Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, mengatakan pencapaian Team Garmin bukan hanya hasil dari latihan intensif, tetapi juga berasal dari pemanfaatan data untuk memahami kondisi tubuh secara lebih akurat.
Baca Juga: Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z
"Pencapaian Team Garmin di Hybrid Race Jakarta 2026 menunjukkan bahwa performa terbaik tidak hanya dibangun dari latihan keras, tetapi juga dari pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi tubuh dan progres Latihan," ujar Chandrawidhi dalam keterangan resminya, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, Garmin ingin terus menjadi bagian dari perjalanan para atlet, baik mereka yang sudah berada di level elite maupun talenta baru yang sedang dibangun untuk naik podium.
Teknologi Wearable Jadi Senjata Baru Atlet
Hybrid racing menjadi salah satu cabang olahraga yang membutuhkan kombinasi kekuatan, daya tahan, kecepatan, hingga kemampuan mengatur ritme sepanjang perlombaan.
Dalam kondisi tersebut, kemampuan membaca data latihan menjadi faktor penting untuk menentukan strategi yang tepat.
Garmin memanfaatkan ekosistem perangkat wearable miliknya untuk membantu atlet memantau kesiapan tubuh, intensitas latihan, kualitas pemulihan, hingga perkembangan performa secara lebih terukur.
Berita Terkait
-
Unreal Engine 6 Pamer Fitur, Hadirkan Integrasi AI Gemini dan Claude
-
4 Rekomendasi Smartwatch Desain Stylish, Cocok buat Olahraga atau Nongkrong
-
Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan 170, Bantu Pelari Pemula Latihan Lebih Terarah dengan AI Coach
-
Review Huawei Watch GT 6 Pro Versi David GadgetIn: Baterai Badak, GPS Presisi
-
Smart TV 100 Inci hingga AC Pintar Haier Jadi Sorotan di Ajang Ini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut