Tekno / Gadget
Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:00 WIB
Industri Webtoon Indonesia memasuki babak baru. Melalui ajang Indonesia K-Culture Youth Global Frontier: Webtoon Road in Indonesia yang digelar di Jakarta, Kamis (16/7/2026). [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • SMB Holdings menggelar acara Webtoon Road in Indonesia di Jakarta pada 16 Juli 2026 untuk mengolaborasikan kreator lokal dan Korea.
  • Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem webtoon global melalui pertukaran ide cerita berbasis budaya lokal serta pemanfaatan platform digital.
  • SMB Holdings sedang mengembangkan sistem pembayaran internasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif digital serta daya saing webtoon Indonesia secara global.

Suara.com - Industri Webtoon Indonesia memasuki babak baru. Melalui ajang Indonesia K-Culture Youth Global Frontier: Webtoon Road in Indonesia yang digelar di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

SMB Holdings mempertemukan kreator Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun ekosistem Webtoon yang mampu menembus pasar internasional.

Tak sekadar menghadirkan pelatihan dan pameran karya, program ini juga menjadi langkah awal membangun kolaborasi lintas negara yang menggabungkan kekuatan cerita lokal Indonesia dengan pengalaman panjang Korea Selatan dalam industri webtoon digital.

Presiden Direktur SMB HUB Prospera, Lee Buyong, mengatakan transformasi dari komik cetak ke komik digital menjadi peluang besar bagi generasi kreatif saat ini. Menurutnya, masyarakat kini lebih banyak menikmati cerita melalui telepon pintar dibandingkan media konvensional.

"Kami baru merayakan ulang tahun pertama SMB. Dulu kita membaca komik dalam bentuk buku, sekarang semuanya beralih ke ponsel. Ini menunjukkan bahwa masa depan industri webtoon sangat menjanjikan," ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan, meski SMB masih dalam tahap bertumbuh, perusahaan optimistis mampu menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif digital. Selain mengembangkan industri kreatif, SMB juga menjalankan program sosial, termasuk membantu anak yatim serta mengembangkan industri berbasis stevia sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

Sementara itu, Direktur SMB Holdings, Park Gun Yong, menilai kekuatan sebuah negara saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh teknologi atau manufaktur, tetapi juga oleh kualitas konten yang dihasilkannya.

"K-Content telah dicintai masyarakat dunia. Namun membuat karya yang bagus saja tidak cukup. Konten harus terhubung dengan industri lain agar mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar," katanya.

Menurut Park, salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem industri kreatif adalah hadirnya sistem pembayaran digital yang mampu menghubungkan kreator, platform, hingga konsumen secara global.

Baca Juga: Trailer Terbaru Anime ELECEED Resmi Dirilis, Lima Pemeran Utama Diumumkan

Karena itu, SMB Holdings saat ini tengah mengembangkan platform pembayaran digital internasional yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri konten di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Kami berharap langkah kecil hari ini menjadi batu loncatan baru bagi Indonesia dan Korea untuk membangun ekosistem industri kreatif digital bersama," ujarnya.

Kolaborasi yang dibangun SMB tidak berhenti pada pertukaran ilmu menggambar.

Ketua Asosiasi Kritikus dan Webtoon Korea, Park Se Hyun mengungkapkan bahwa selama delapan hari para kreator Korea diajak menjelajahi berbagai daerah di Indonesia.

Mereka mengunjungi desa, museum hingga masjid untuk memahami kehidupan masyarakat Indonesia sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan cerita.

"Drama Korea memang sudah sangat populer di Indonesia, tetapi webtoon masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Pameran karya hasil kolaborasi kreator Korea dan Indonesia ini menjadi awal lahirnya webtoon Indonesia yang mampu bersaing secara global," katanya.

Load More