- Google DeepMind menggunakan teknologi AI untuk merekonstruksi gol ikonik Pelé tahun 1959 yang tidak pernah terekam kamera.
- Proyek ini melibatkan riset sejarah mendalam serta penggunaan model AI Gemini dan Veo di Stadion Rua Javari.
- Hasil dokumenter tersebut kini dipamerkan di Museu Pelé Brasil untuk melestarikan memori kolektif bagi generasi masa kini.
Hasil AI tersebut selanjutnya dipadukan dengan proses visual effects tradisional seperti compositing, color balancing, penambahan grain film, hingga diproses menggunakan filmout machine untuk menghasilkan nuansa visual khas sinema dekade 1950-an.
AI Menjadi Pendamping Sejarah, Bukan Penggantinya
Google menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini bukan untuk menggantikan fakta sejarah, melainkan membantu generasi baru memahami peristiwa yang selama puluhan tahun hanya bertahan melalui cerita lisan dan arsip.
"Tidak ada teknologi yang dapat menggantikan pengalaman orang-orang yang hadir langsung di stadion pada hari itu. Namun melalui kolaborasi antara arsip, ingatan manusia, riset sejarah, dan teknologi sebagai pendamping kreatif, momen tersebut dapat diperkenalkan kembali kepada generasi baru," tulis Google.
Mini-documentary tersebut kini dipamerkan di Museu Pelé, Santos, Brasil, sekaligus tersedia melalui kanal YouTube Google agar dapat diakses publik secara global.
Euforia Piala Dunia 2026 Dorong Lonjakan Pencarian di Google
Google juga mencatat tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia 2026 melalui tren Google Search sepanjang 9–16 Juli 2026.
Pertanyaan yang paling banyak dicari meliputi "Nonton bola di mana", "Cara nonton Piala Dunia 2026 di HP", hingga "Cara nonton bola gratis".
Sementara itu, pencarian terkait budaya penggemar didominasi pertanyaan seperti "Bola tadi malam siapa yang menang", "Di mana nonton live Piala Dunia 2026", serta "Siapa yang menang bola tadi malam".
Baca Juga: 8 Wilayah Nikmati Blanket Coverage, Jaringan 5G XLSmart Kini Jangkau Jawa Timur
Untuk kategori tim nasional, masyarakat Indonesia paling banyak mencari informasi mengenai Spanyol, Prancis, Argentina, Inggris, dan Norwegia. Sedangkan pemain yang paling banyak dicari adalah Lamine Yamal, Lionel Messi, Kylian Mbappé, Cristiano Ronaldo, dan Erling Haaland.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa AI dan mesin pencari kini tidak hanya menjadi sarana menemukan informasi, tetapi juga berperan sebagai teknologi yang mampu menjaga memori kolektif, menghubungkan sejarah dengan generasi digital, serta menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati olahraga melalui inovasi berbasis kecerdasan buatan.
Berita Terkait
-
Google Gemini Tumbuh 2 Kali Lipat di Asia Tenggara, Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI Setiap Hari
-
Gemini Catat Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara, AI Kini Makin Fasih Memahami Bahasa Indonesia
-
Autonomous AI Mulai Ambil Alih Operasional Perusahaan, Tata Kelola dan Keamanan Data Jadi Kunci
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?
-
Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata
-
3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar
-
Banjir Keluhan Mitra hingga Ancaman Gebok Nasional, BGN Buka Suara Tata Kelola MBG
-
Tak Perlu AC, 3 Review Kipas Angin Berdiri Awet Ini Bisa Bikin Ruangan Sejuk Seketika
-
Parfum Mykonos Monaco Royale Tahan Berapa Jam? Ini Ulasan dari Pengguna
-
Demi Tembus Oscar, Avatar Aang Dipersiapkan Tayang Terbatas di Bioskop