- Predator Gaming menjadi perangkat resmi untuk seluruh rangkaian turnamen VALORANT Esports APAC sepanjang musim kompetisi tahun 2026.
- Perangkat seperti Predator Orion 7000 dan 5000 digunakan atlet profesional untuk memastikan performa stabil serta latensi rendah.
- Kolaborasi strategis ini bertujuan memperkuat standar teknologi esports sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem gaming di kawasan Asia Pasifik.
Suara.com - Predator Gaming Indonesia kembali memperkuat posisinya di industri esports regional setelah dipercaya menjadi official tournament devices pada berbagai kompetisi VALORANT Esports APAC 2026.
Penunjukan ini mempertegas peran teknologi gaming premium dalam mendukung penyelenggaraan turnamen berstandar internasional.
Sepanjang musim kompetisi 2026, perangkat Predator akan digunakan pada sejumlah ajang bergengsi, mulai dari VALORANT Champions Tour (VCT) Pacific, VALORANT Challengers APAC, Last Chance Qualifiers, Offline Final VCL, hingga Game Changers APAC.
Pada kompetisi VCT Pacific Stage 1 dan Stage 2, desktop Predator Orion 7000 menjadi perangkat utama yang digunakan seluruh atlet profesional selama pertandingan.
Sementara itu, laptop Predator Helios Neo 16S AI dimanfaatkan dalam proses map veto sebelum laga dimulai.
Predator juga memastikan Orion 7000 kembali digunakan pada turnamen Game Changers APAC yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Sementara untuk kompetisi VALORANT Challengers APAC, Offline Final VCL, dan Last Chance Qualifiers, Predator menghadirkan Orion 5000 sebagai perangkat utama yang digunakan para pemain.
Untuk mendukung kebutuhan tim pelatih selama pertandingan, Predator melengkapi ekosistem kompetisi dengan Nitro Lite 16, didampingi monitor gaming Nitro XF252QF untuk pemain serta Nitro VG271U bagi jajaran pelatih.
Validasi Teknologi untuk Esports Profesional
Baca Juga: Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
Gaming Marketing Communications Manager Acer Indonesia, Renaldy Felani, mengatakan kepercayaan terhadap lini perangkat Predator menjadi bukti bahwa teknologi yang dikembangkan perusahaan mampu memenuhi standar kompetisi esports tingkat dunia.
"Kepercayaan terhadap jajaran perangkat Predator sebagai official tournament devices di berbagai kompetisi VALORANT esports APAC menjadi validasi atas performa dan reliabilitas teknologi yang kami hadirkan," ujar Renaldy dalam keterangan resminya, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, perangkat yang digunakan dalam turnamen profesional harus mampu memberikan performa konsisten, latensi rendah, serta stabilitas maksimal agar pertandingan berlangsung secara kompetitif tanpa hambatan teknis.
"Kami percaya perangkat yang digunakan di panggung esports profesional harus mampu memberikan performa yang konsisten, respons yang cepat, dan stabilitas maksimal agar setiap pertandingan dapat berlangsung secara optimal," katanya.
Renaldy menambahkan, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Predator untuk terus mendukung pertumbuhan industri esports nasional dan regional.
"Melalui kolaborasi ini, kami juga ingin terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekosistem esports dan komunitas VALORANT esports di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik," tambahnya.
Esports Jadi Motor Baru Industri Teknologi
Kepercayaan terhadap Predator sebagai perangkat resmi berbagai turnamen VALORANT APAC menunjukkan bahwa industri esports kini semakin menuntut standar teknologi yang tinggi, tidak hanya dari sisi performa perangkat keras, tetapi juga stabilitas sistem yang mampu mendukung kompetisi profesional.
Bagi Acer, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat posisi Predator sebagai penyedia teknologi gaming premium di kawasan Asia Pasifik, sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perkembangan industri esports melalui inovasi produk, kolaborasi strategis, serta dukungan terhadap komunitas dan regenerasi talenta esports.
Berita Terkait
-
Acer Edu Summit 2026: Inovasi AI Ubah Cara Belajar, Ini Teknologi dan Strategi Pendidikan Masa Depan
-
Acer Aspire C24A, PC All-in-One untuk Kerja Hybrid dengan Performa Kencang
-
Predator Gaming Jadi Mitra VCT Pacific 2026, Hadirkan PC Orion 7000
-
Acer Aspire Go 14 : Laptop Tipis Warna Baru, RAM Bisa Upgrade hingga 32GB
-
Predator Helios 16 AI Resmi di Indonesia, Laptop Gaming RTX 5090 Seharga Rp79 Juta
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Krim Kelly Asli Dijual di Mana Saja? Ini Rekomendasi Toko Online Terpercaya
-
Strategi Mobil Murah Daihatsu Berhasil Jinakkan Pasar Otomotif Semester Pertama 2026
-
Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
-
Predator Gaming Tembus Panggung Esports Internasional, Jadi Andalan VCT Pacific 2026
-
Ulasan Aku Sebelum Aku: Tamparan Keras untuk Pola Asuh Orang Tua yang Egois
-
Jangan Lewatkan! Catat Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Tips Membeli HP dengan Budget Terbatas agar Tetap Worth It, Jangan Terjebak FOMO
-
Dulu 17 Ribu, Kini Hanya 7 Ribu: Apa yang Membuat Warga Blitar Takut Punya Anak?
-
Ketika Buku Dikurangi, tetapi Belanja Lain Membengkak: Apa Prioritas Kita?
-
Di Mana Saya Bisa Membeli Cushion dengan Harga Terjangkau secara Online? Ini 9 Rekomendasinya