Tekno / Gadget
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:13 WIB
Ilustrasi TSMC. [Sam Yeh/AFP]
Baca 10 detik
  • TSMC mengumumkan rencana kenaikan harga produksi chip sebesar sepuluh persen yang berlaku mulai awal tahun 2027.
  • Ekspansi pabrik global di luar Taiwan menyebabkan lonjakan biaya operasional yang memicu kenaikan tarif manufaktur tersebut.
  • Apple, Intel, dan Qualcomm menyiapkan rencana darurat untuk mendiversifikasi produksi guna menekan dampak lonjakan harga komponen.

Di sisi lain, Intel menunjukkan langkah agresif untuk memutus ketergantungan. Perusahaan tersebut menargetkan untuk memproduksi sekitar 80 persen hingga 90 persen komponen CPU Nova Lake secara internal menggunakan node 18A milik mereka sendiri, alih-alih menyerahkannya kepada TSMC.

Ilustrasi chip. [Freepik]

"Strategi TSMC memaksa kami untuk berinovasi lebih cepat pada infrastruktur manufaktur internal. Kemandirian node 18A bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan strategis untuk menjaga margin keuntungan dan kendali pasokan," ujar perwakilan industri yang memahami rencana produksi internal Intel.

Dampak bagi Pengguna: Gadget 2027 Akan Lebih Mahal

Meskipun kenaikan harga baru akan diimplementasikan pada awal 2027, efeknya diprediksi akan mulai terasa pada perangkat konsumen beberapa bulan setelahnya.

Chipset masa depan seperti Tensor G11 dari Google atau seri A-series milik iPhone dipastikan akan memiliki basis biaya produksi yang lebih tinggi.

Dampaknya tidak hanya pada smartphone. Tablet, laptop, hingga smartwatch yang menggunakan node 12nm-28nm untuk kontroler dan sensor juga akan terdampak.

Fenomena ini menandai berakhirnya era "chip murah" dan memaksa konsumen untuk bersiap menghadapi harga gadget yang lebih tinggi di masa depan.

Bagi Qualcomm, perancang chip Snapdragon ini dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk kembali menggandeng Samsung Foundry sebagai alternatif produksi guna menekan biaya.

Baca Juga: Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau

Load More