Tekno / Game
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:52 WIB
Situs resmi Lapakgaming. [Tangkapan layar]
Baca 10 detik
  • PT Bukalapak.com Tbk mereposisi bisnisnya menjadi perusahaan ekosistem gaming digital global sejak tahun 2025.
  • Perusahaan memperluas ekspansi teknologi gaming ke Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat menggunakan merek Joytify.
  • Lini bisnis gaming kini menyumbang hampir 90 persen total pendapatan Bukalapak dengan pertumbuhan tahunan mencapai 90 persen.

Suara.com - Industri game global berkembang jauh lebih cepat dibandingkan banyak sektor digital lainnya.

Momentum tersebut kini dimanfaatkan PT Bukalapak.com Tbk untuk melakukan reposisi sebagai perusahaan teknologi berbasis ekosistem gaming digital.

Setelah menghentikan marketplace produk fisik, Bukalapak justru mempercepat ekspansi teknologi gaming hingga ke Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat.

Director PT Bukalapak.com Tbk, Victor Putra Lesmana, mengatakan, transformasi perusahaan dilakukan karena melihat peluang yang jauh lebih besar pada industri gaming digital dibandingkan mempertahankan kompetisi e-commerce yang semakin mahal.

"Kami melihat ada beberapa bisnis yang sangat potensial, salah satunya gaming. Karena itu sejak 2025 kami mengelompokkan bisnis menjadi empat segmen yaitu Gaming, Mitra Bukalapak, Retail, dan Investment," kata Victor dalam media gathering di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Gaming kini menjadi kontributor terbesar perusahaan dengan hampir 90 persen total pendapatan Bukalapak berasal dari lini bisnis tersebut.

Director PT Bukalapak.com Tbk, Victor Putra Lesmana dalam media gathering di Jakarta, Rabu (22/7/2026). [Tangkapan layar]

"Gaming sekarang sudah hampir 90 persen dari total revenue Bukalapak, dan profitabilitasnya juga terus meningkat," ujarnya.

Berbeda dengan marketplace tradisional, Bukalapak mengembangkan bisnis gaming melalui pendekatan teknologi lintas negara.

Setelah memperkuat pasar domestik lewat akuisisi Itemku dan Lapakgaming, perusahaan mulai memperluas jangkauan ke pasar internasional.

Baca Juga: Bukalapak Bertransformasi: Bukan Lagi E-Commerce, Gaming Kini Sumbang Hampir 90 Persen Pendapatan

Victor mengungkapkan perusahaan telah membangun operasi di berbagai negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia, sekaligus merambah pasar Barat melalui merek baru Joytify.

"Awalnya bisnis gaming fokus di Indonesia. Namun beberapa tahun terakhir kami melihat potensi besar di Asia Tenggara, kemudian masuk ke Eropa dan Amerika melalui brand baru Joytify," ungkap dia.

Menurutnya, penggunaan nama Joytify merupakan bagian dari strategi global agar platform lebih mudah diterima oleh pengguna internasional.

"Kalau namanya Lapakgaming lalu orang Amerika harus mengucapkannya, tentu tidak mudah. Karena itu kami membangun brand yang lebih relevan untuk pasar global, meski teknologi dan timnya tetap berasal dari Lapak Gaming," jelas Victor.

Strategi ekspansi tersebut juga didukung oleh pendekatan pengembangan talenta yang tidak lazim. Bukalapak membangun tim gaming dari orang-orang yang benar-benar memahami ekosistem industri game.

"Kami memang mencari orang yang passionate terhadap gaming. Mereka harus mengikuti perkembangan game, memahami perilaku gamer, dan mengetahui tren di berbagai negara," ucapnya.

Load More