- Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, Ali Azhar Damarrosydi, meluncurkan ensiklopedia digital gratis bernama AAD Wiki di Surabaya pada 20 Juli 2026.
- Platform berbasis MediaWiki tersebut menyediakan sistem penyuntingan kolaboratif secara transparan untuk mendokumentasikan sejarah dan tokoh lokal Indonesia.
- AAD Wiki hadir sebagai ruang belajar bersama tanpa iklan guna memperkuat ekosistem pengetahuan digital nasional yang inklusif.
Suara.com - Banyak informasi bernilai Indonesia belum terdigitalisasi atau tersebar di berbagai platform tanpa standar penyuntingan yang transparan.
Kondisi tersebut membuka peluang lahirnya inisiatif berbasis komunitas yang memanfaatkan teknologi open source untuk membangun ekosistem pengetahuan digital yang lebih inklusif.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya sekaligus kreator digital, Ali Azhar Damarrosydi atau Ali Azhar D, meluncurkan AAD Wiki, sebuah ensiklopedia digital gratis yang dibangun menggunakan MediaWiki, perangkat lunak sumber terbuka yang juga menjadi fondasi teknologi Wikipedia.
Platform yang dapat diakses melalui aadwiki.org ini resmi diperkenalkan di Surabaya pada 20 Juli 2026.
Berbeda dengan situs informasi konvensional, AAD Wiki mengadopsi sistem penyuntingan kolaboratif yang memungkinkan siapa pun membuat, memperbarui, maupun menyempurnakan artikel secara transparan.
Seluruh perubahan tersimpan dalam riwayat suntingan sehingga setiap revisi dapat ditelusuri oleh komunitas.
Ali mengatakan, teknologi seharusnya tidak hanya menjadi medium konsumsi informasi, tetapi juga alat untuk membangun pengetahuan bersama.
"AAD Wiki ini saya bangun bukan sekadar proyek pribadi, tapi sebagai ruang belajar bersama, tempat siapa saja bisa berkontribusi mendokumentasikan sejarah dan tokoh-tokoh yang selama ini belum banyak tercatat. Websitenya gratis dan terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut membangun," ujar Ali Azhar D dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).
Mengandalkan Teknologi Open Source untuk Demokratisasi Pengetahuan
Baca Juga: Internet 200 Mbps dan Solusi 'Pijar' Siap GebrakTahun Ajaran Baru
Pemanfaatan MediaWiki menjadi salah satu fondasi utama AAD Wiki. Platform open source tersebut dikenal memiliki kemampuan mengelola jutaan halaman dengan sistem kolaborasi yang telah teruji secara global.
Dengan pendekatan ini, AAD Wiki tidak hanya berfungsi sebagai repositori informasi, tetapi juga membangun mekanisme dokumentasi yang lebih terbuka, terdokumentasi, dan dapat diverifikasi melalui histori penyuntingan setiap artikel.
Fokus awal platform mencakup dokumentasi figur publik, budaya populer, hingga sejarah lokal Indonesia—segmen yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan dalam ekosistem pengetahuan digital nasional.
Peluncuran AAD Wiki juga menjadi proyek ensiklopedia berbasis komunitas ketiga yang dikembangkan Ali setelah sebelumnya membangun Celebrity Miraheze dan Selebriti Fandom.
Mendorong Kolaborasi Komunitas Digital
Selain memperkenalkan platform baru, Ali turut menyalurkan donasi sekitar Rp5 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai bentuk rasa syukur atas peluncuran AAD Wiki.
Berita Terkait
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern
-
7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal
-
Netflix Resmi Hadirkan Paket Murah dengan Iklan di Indonesia Mulai 2027, Harga Lebih Terjangkau?
-
Internet Indonesia Terancam Mahal? Operator Keluhkan Lonjakan Biaya Relokasi Jaringan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya
-
4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'
-
Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG