- Palo Alto Networks resmi meluncurkan platform keamanan identitas Idira berbasis AI untuk melindungi akses mesin dan manusia.
- Idira mengatasi risiko ancaman siber dengan menerapkan konsep akses dinamis guna meminimalkan penggunaan hak akses permanen.
- Teknologi ini mengintegrasikan perlindungan identitas secara menyeluruh guna meningkatkan deteksi ancaman serta otomatisasi tata kelola di perusahaan.
Suara.com - Palo Alto Networks resmi memperkenalkan Idira, platform keamanan identitas generasi terbaru yang dirancang khusus untuk kebutuhan enterprise berbasis AI.
Platform ini hadir untuk membantu perusahaan menemukan, mengontrol, dan mengelola seluruh identitas digital di tengah meningkatnya ancaman siber berbasis AI dan akses otonom.
Peluncuran Idira menjadi langkah besar Palo Alto Networks dalam memperkuat keamanan identitas modern, sekaligus memperluas kemampuan privileged access management (PAM) bagi pelanggan CyberArk maupun industri secara umum.
Perusahaan menilai, perkembangan AI telah mengubah secara drastis pola akses di lingkungan bisnis.
Kini, bukan hanya manusia, tetapi juga mesin dan AI agentic yang memiliki akses langsung ke data serta sistem sensitif perusahaan.
“Identitas telah menjadi medan perang baru dalam lingkungan perusahaan yang memanfaatkan AI. Ketika pelaku ancaman kini masuk melalui login, bukan membobol sistem, setiap identitas menjadi target,” ujar Chief Product and Technology Officer Idira Palo Alto Networks, Peretz Regev.
Ia menegaskan bahwa Idira dirancang untuk melampaui sistem PAM tradisional dengan menghadirkan perlindungan identitas yang lebih menyeluruh.
“Idira mengubah cara pelaku usaha mengamankan aset penting ini dengan melampaui PAM tradisional dan mengintegrasikan keamanan identitas mesin untuk menghadirkan perlindungan identitas agentic secara menyeluruh,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, ancaman keamanan berbasis identitas kini semakin serius. Sebanyak 9 dari 10 organisasi dilaporkan mengalami pelanggaran keamanan terkait identitas dalam satu tahun terakhir.
Baca Juga: Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital
Tak hanya itu, jumlah identitas mesin dan AI kini disebut telah melampaui jumlah manusia dengan rasio mencapai 109 banding 1.
Kondisi ini diperparah oleh masih tingginya penggunaan standing privilege atau akses permanen pada sistem perusahaan.
Melalui Idira, Palo Alto Networks mencoba menghadirkan pendekatan baru lewat konsep zero standing privilege, yakni model akses dinamis berbasis kebutuhan (just-in-time access), sehingga akses sensitif hanya diberikan saat benar-benar diperlukan.
Platform ini juga dibekali teknologi AI untuk memantau seluruh identitas, hak akses, dan jalur akses secara real-time agar ancaman bisa dideteksi lebih cepat.
Idira menawarkan tiga kemampuan utama, yakni menemukan risiko identitas menggunakan AI, mengontrol seluruh akses privilege secara dinamis, serta mengotomatisasi tata kelola identitas melalui kebijakan keamanan berbasis AI.
Chief Analyst LoneStar Advisory & Research, Will Townsend, menilai pendekatan keamanan identitas saat ini memang perlu berubah mengikuti perkembangan teknologi AI.
“Selama dua dekade terakhir, privileged access management adalah persoalan vault, namun kini tidak lagi demikian. Enterprise telah berkembang menjadi jaringan kompleks yang terdiri dari identitas manusia, mesin, dan agentic,” ujarnya.
Ia menambahkan, kombinasi teknologi Palo Alto Networks dan CyberArk memberi posisi strategis dalam membangun standar baru keamanan identitas modern.
“Palo Alto Networks berada pada posisi unik dengan jangkauan portofolio dan kedalaman PAM melalui CyberArk untuk menetapkan standar baru,” kata Townsend.
Berita Terkait
-
Penjualan Kacamata Pintar Google Diprediksi Tembus 2 Juta, Tantang Dominasi Meta
-
iQOO 16 dan Vivo V80 Muncul di Database IMEI, Skor AnTuTu Tembus 5 Juta?
-
Teknologi AI Bikin Serangan Siber Makin Berbahaya
-
Jenis Serangan Siber Jangka Panjang 35 Persen Melampaui Durasi Satu Bulan di 2024
-
Aplikasi X Sempat Pulih tapi Eror Lagi, Elon Musk Sebut Ada Serangan Siber
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED
-
Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang
-
2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB
-
Cara Hemat Beli Pulsa dan Token PLN, ShopeePay Tawarkan Promo Mulai Rp1
-
Bujet Rp2 Jutaan Dapat HP Apa? Ini 6 Pilihan Terbaik di 2026 untuk Multitasking Lancar
-
Catat Tanggalnya! Galaxy Unpacked 22 Juli 2026 Samsung Siap Ungkap Hp Lipat dengan Fitur AI Terbaru