- Planet Mirip Bumi bernama LHS 1140b terbukti memiliki lapisan pelindung atmosfer.
- Komponen atmosfer melindungi Planet Mirip Bumi LHS 1140b dari bahaya radiasi.
- Spektrograf teleskop menangkap sinyal atmosfer helium di Planet Mirip Bumi LHS 1140b.
Suara.com - Pencarian kehidupan di luar tata surya menemukan babak baru lewat pengamatan terhadap sebuah Planet Mirip Bumi bernama LHS 1140b yang terbukti memiliki atmosfer.
Temuan ini membawa harapan baru karena eksoplanet yang berjarak 49 tahun cahaya tersebut berpotensi memiliki air cair di permukaannya.
Berdasarkan laporan The Guardian, sebelumnya para ilmuwan hanya menemukan lapisan gas pada eksoplanet raksasa gas atau sub-Neptunus.
Bukti keberadaan selubung gas pada planet berbatu umumnya hanya berhasil ditemukan di wilayah luar zona layak huni bintangnya.
Namun, penemuan kosmik kali ini sangat berbeda dari catatan observasi dunia sains sebelumnya. Dr. Collin Cherubim selaku penulis utama studi menegaskan bahwa temuan teranyar ini merupakan konfirmasi observasional pertama untuk planet berbatu di area zona layak huni.
Eksoplanet ini pun resmi menjadi target pengamatan paling menjanjikan untuk mempelajari bidang astrobiologi dan kelaikhunian di luar tata surya kita.
Menurut Cherubim, rentetan peristiwa ini juga menandai identifikasi langsung pertama dari spesies udara untuk semua kategori eksoplanet berbatu.
Karakteristik Unik LHS 1140b
Planet berbatu LHS 1140b ini memiliki massa sekitar 5,6 kali lipat dari Bumi dengan ukuran radius mencapai 70 persen lebih besar.
Baca Juga: NASA Ungkap Temuan Awal Trappist-1 e, Planet Mirip Bumi
Meskipun komposisi keseluruhan dan suhunya diklaim sangat identik, planet ini bergerak secara terkunci pasang surut terhadap bintangnya.
Eksoplanet yang pertama kali ditemukan pada tahun 2017 ini mengorbit sebuah bintang katai merah kecil di kawasan konstelasi Cetus.
Bintang induk tersebut berukuran jauh lebih kecil dan redup dari Matahari, tetapi memancarkan proporsi tingkat radiasi pengion yang jauh lebih besar.
Cherubim menjelaskan bahwa kondisi alam LHS 1140b telah mencakup seluruh bahan esensial untuk mendukung kelangsungan suatu lingkungan yang layak huni.
Suhu permukaan yang stabil memungkinkan senyawa air berbentuk cair bertahan tanpa menguap berkat ketersediaan lapisan gas pelindung.
Selain itu, bintang induk katai merah ini tergolong sangat tenang dengan tingkat semburan suar kosmik yang sangat sedikit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
LHS 1140b, Planet Mirip Bumi yang Terbukti Memiliki Atmosfer
-
Bentrokan Pecah di Matraman, Warga Diminta Menahan Diri dan Tak Terprovokasi
-
Mengapa Mafia BBM di Sumsel Tak Kunjung Habis? Polisi Bongkar 96 Kasus dalam 7 Bulan
-
'Less Than A Lover' Puncaki Chart Musik Dunia, Jennie Perkokoh Karier Solo
-
Napi Narkoba Kabur Ada Kaitan dengan Pengungkapan Sabu di Bandara Pekanbaru
-
Toyota Berikan Rp 50 Juta Pengguna IONIQ 5 yang Bersedia Lakukan Tukar Tambah ke Model bZ
-
Daftar Pejabat Profesional Sektor Keuangan yang Mundur era Prabowo
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Di Balik Manisnya Kue Pais, Ada Kisah Ketangguhan Masyarakat Adat Tidung yang Ingin Tetap Hidup?
-
Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?