Tekno / Gadget
Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Ilustrasi logo Apple. [Unsplash/Paras Kapoor]
Baca 10 detik
  • Apple menghadapi krisis chip memori global yang mengancam ketersediaan iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra pada 2026.
  • John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO dan langsung menghadapi ujian berat akibat potensi kenaikan harga perangkat sebesar 300 dolar AS.
  • Kelangkaan pasokan komponen dipicu oleh prioritas industri pada proyek kecerdasan buatan, yang berisiko menyebabkan penundaan pengiriman produk secara signifikan.

Suara.com - Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun paling transformatif sekaligus penuh gejolak dalam sejarah Apple.

Di tengah persiapan peluncuran generasi terbaru, raksasa Cupertino ini harus menghadapi tiga badai besar sekaligus, yakni krisis pasokan memori global, kenaikan harga yang drastis, hingga transisi kepemimpinan tertinggi dari Tim Cook ke John Ternus.

Laporan terbaru dari Reuters dan PhoneArena, Selasa (4/8/2026), memberikan sinyal bahaya bagi para fanboy Apple.

Kelangkaan komponen chip memori dan penyimpanan, yang kini habis tersedot oleh proyek raksasa AI dan pusat data dunia, mengancam ketersediaan unit iPhone 18 Pro Max dan seri terbaru iPhone Ultra di pasaran.

Disrupsi Harga: Kenaikan 300 Dolar AS di Depan Mata

Bagi konsumen, kabar paling mengejutkan adalah potensi kenaikan harga hingga 300 dolar AS (sekitar Rp5,41 juta). Jika rumor ini terbukti, Apple akan menguji loyalitas penggunanya pada tingkat yang ekstrem.

Namun, sejarah mencatat bahwa pengguna Apple cenderung kurang peka terhadap kenaikan harga selama inovasi yang ditawarkan sepadan.

September 2026 diprediksi hanya akan menghadirkan tiga model eksklusif:

  • iPhone 18 Pro Max
  • iPhone 18 Pro
  • iPhone Ultra (Ponsel lipat pertama Apple yang sangat dinantikan).

Sementara itu, varian standar iPhone 18 dan iPhone Air 2 dikabarkan baru akan menyapa pasar pada paruh pertama tahun 2027 akibat kendala produksi.

Baca Juga: 7 Cara Menghemat Memori HP Internal 128 GB agar Tidak Cepat Penuh, Auto Lega

iPhone Ultra: Inovasi Lipat di Tengah Kelangkaan Chip

iPhone Ultra diproyeksikan menjadi pusat perhatian utama. Sebagai perangkat lipat perdana Apple, permintaan diprediksi akan melampaui kapasitas produksi. Masalahnya, stabilitas rantai pasokan saat ini dianggap hanya "ilusi".

Tim Cook, dalam pernyataan menjelang pengunduran dirinya, mengakui bahwa tekanan pasokan akan meningkat secara signifikan.

"Industri sedang bersiap menghadapi kendala pasokan yang akan meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan mendatang. Permintaan terhadap produk Apple, terutama iPhone dan Mac, saat ini berada di luar ekspektasi kami," ungkap Tim Cook yang akan segera menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada John Ternus.

Era Baru John Ternus: Memimpin di Tengah Krisis

Transisi CEO dari Tim Cook ke John Ternus menandai berakhirnya sebuah era. Ternus akan langsung dihadapkan pada tugas berat: menyeimbangkan antusiasme pasar terhadap iPhone Ultra dengan realitas kelangkaan chip memori global.

Load More