-
- Permintaan kecerdasan buatan memicu kenaikan harga RAM global pada tahun 2026.
- Analis memperkirakan harga RAM melonjak hingga 50 persen pada kuartal ketiga.
- Krisis pasokan memori ini kemungkinan besar berlanjut hingga tahun 2027 mendatang.
Suara.com - Kenaikan harga RAM diproyeksikan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026 akibat tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan.
Harga komponen memori ini diperkirakan melonjak drastis dan memberikan dampak langsung pada industri perangkat elektronik konsumen secara global.
Tren kenaikan harga RAM ini tidak terlepas dari maraknya pengembangan teknologi kecerdasan buatan secara masif.
Perusahaan teknologi berlomba-lomba membangun pusat data canggih yang sangat membutuhkan komponen memori dengan spesifikasi tinggi.
Mengutip laporan dari TechSpot, krisis pasokan memori global saat ini diprediksi akan semakin memburuk.
Kondisi kelangkaan tersebut bahkan diperkirakan baru akan menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada tahun 2028 mendatang.
Prediksi kenaikan harga RAM ini disampaikan langsung oleh Ethan Tan, seorang konsultan industri memori sekaligus mantan eksekutif Samsung Chinga.
Pernyataan penting tersebut ia sampaikan dalam sebuah pemaparan terbaru kepada para analis dari Jefferies Equity Research.
Ethan Tan memperkirakan bahwa harga memori akan melonjak sekitar 40 hingga 50 persen pada kuartal ketiga tahun 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad
Lonjakan harga tersebut kemudian diprediksi akan bertambah lagi sebesar 30 hingga 40 persen pada kuartal keempat.
Angka proyeksi ini ternyata jauh melampaui perkiraan awal dari para investor Barat dan juga riset internal Jefferies.
Hal ini menunjukkan betapa agresifnya pergeseran fokus produksi memori ke arah pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan saat ini.
Tiga produsen utama yakni Samsung, SK Hynix, dan Micron saat ini menguasai hampir seluruh pasokan chip DRAM dan NAND global.
Mereka kini lebih memprioritaskan produksi memori untuk server karena terbukti menawarkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi.
Pergeseran fokus komersial ini sayangnya harus mengorbankan pasokan untuk perangkat konsumen umum seperti komputer personal, telepon pintar, dan konsol permainan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
4 HP dengan Baterai Badak 8000 mAh Lebih, Layar AMOLED 144 Hz Kuat 2 Hari Tanpa Cas
-
Harga HP Terus Naik, Ini 4 Pilihan Terbaru Rp1 Jutaan dengan Performa Mantap
-
4 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur NFC, Mudahkan Top-Up E-Toll
-
WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara
-
5 Rekomendasi Wireless Charger untuk Semua HP, Awet dan Praktis Tanpa Kabel
-
5 Cara Menyambungkan HP ke TV Tanpa Kabel, Nonton Makin Seru
-
Krisis Biokultural Mengancam Indonesia: Saat Bahasa dan Ritual Penjaga Alam Mulai Punah
-
Apple Siapkan iPhone Air 2, iPhone 18 dan iPhone Lipat Baru, Ini Bocoran Spesifikasinya
-
Realme P4x Pecahkan Rekor MURI Main Game MOBA 10 Jam Nonstop