- Kementerian Komdigi melakukan verifikasi 14 layanan digital Apple di Indonesia sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.
- Pemerintah menggunakan pendekatan berbasis risiko guna menyeimbangkan antara perlindungan anak di ruang digital dan inovasi teknologi.
- Apple akan memperbarui fitur keamanan tahun ini untuk memenuhi regulasi perlindungan anak setelah proses verifikasi selesai sebulan.
Suara.com - Maraknya penggunaan gawai oleh anak-anak membuat perlindungan di ruang digital menjadi tantangan baru bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Tidak hanya media sosial, layanan digital yang digunakan sehari-hari seperti browser, asisten virtual, hingga layanan streaming kini ikut menjadi perhatian pemerintah agar lebih aman bagi pengguna usia dini.
Sebagai langkah memperkuat keamanan digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai memverifikasi 14 layanan milik Apple guna memastikan seluruh fitur yang beroperasi di Indonesia memenuhi standar perlindungan anak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan Apple telah menyerahkan dokumen terkait berbagai layanan digital yang akan dievaluasi pemerintah.
"Empat belas layanan dan fitur produk Apple telah disampaikan kepada kami," ujar Meutya Hafid dalam pertemuan dengan Managing Director Apple Asia Pacific, Mike Orgill, di Kantor Kementerian Komdigi, belum lama ini.
Adapun layanan yang masuk dalam proses verifikasi meliputi berbagai produk di ekosistem Apple, seperti iMessage, Safari, Siri, Apple Music, Apple TV, serta sejumlah layanan digital lainnya.
Pemerintah Gunakan Pendekatan Berbasis Risiko
Dalam proses evaluasi tersebut, Komdigi menerapkan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach). Artinya, setiap layanan akan dinilai secara terpisah berdasarkan karakteristik, fitur, serta potensi dampaknya terhadap anak.
Menurut Meutya, pendekatan tersebut dipilih agar pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan anak dan perkembangan inovasi teknologi.
Baca Juga: Tak Bisa Lagi Pakai NIK Orang Lain, Registrasi SIM Kini Wajib Scan Wajah
"Kita harus jujur bahwa bagi Indonesia bahkan dunia, pelindungan anak di ruang digital merupakan tantangan baru. Karena itu kami memilih pendekatan berbasis risiko karena kami ingin sungguh-sungguh melindungi anak-anak Indonesia, tetapi pada saat yang sama tetap membuka ruang bagi inovasi teknologi dan investasi selama perusahaan menghormati hukum Indonesia serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak," jelasnya.
Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia memiliki sekitar 70 juta anak berusia di bawah 16 tahun dan 85 juta anak di bawah 18 tahun yang semakin aktif mengakses layanan digital.
Apple Siapkan Fitur Keamanan Baru
Menanggapi proses verifikasi tersebut, Managing Director Apple Asia Pacific Mike Orgill menegaskan bahwa perlindungan anak telah menjadi prioritas perusahaan secara global.
Apple, kata dia, telah mengembangkan berbagai fitur keamanan baru yang akan diperkenalkan melalui pembaruan sistem operasi pada akhir tahun ini.
Fitur tersebut mencakup peningkatan parental controls, kemampuan mendeteksi konten sensitif seperti ketelanjangan, kekerasan, hingga adegan berdarah (gore), serta penguatan Child Account yang memungkinkan orang tua memantau aktivitas digital anak secara lebih efektif.
Berita Terkait
-
Apple Hentikan Dukungan 16 Perangkat Sekaligus, Cek Apakah Gadget Anda Terdampak
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik 2,4 Juta Perempuan Indonesia Melek Digital pada 2026
-
175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk
-
7 Fitur Menarik di iOS 27: Optimalkan AI, Performa Diklaim Lebih Kencang
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru
-
JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports
-
Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium
-
Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z
-
Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi
-
4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo
-
AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial
-
Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya
-
7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam
-
Verena Siow Nahkodai SAP Asia Pacific, Bidik Pertumbuhan Bisnis AI dan Cloud